Tiongkok Siapkan USD 2,3 Triliun untuk Bangun Taman Hiburan dan Pabrik

- Editor

Jumat, 8 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tembok besar Tiongkok. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Robert Nyman)

Tembok besar Tiongkok. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Robert Nyman)

Jakarta | Pemerintah Tiongkok telah menyusun daftar proyek infrastruktur besar, dengan nilai investasi direncanakan mencapai 14,8 triliun yuan atau setara USD 2,3 triliun pada tahun ini, berdasarkan analisis Bloomberg.

Angka itu dua kali lipat lebih besar dari paket infrastruktur Amerika Serikat (AS) yang mencapai USD 1,1 triliun pada 2021. Hal ini menunjukkan seolah-olah Tiongkok tak mau kalah dengan AS.

Dari total anggaran proyek tersebut, lebih dari setengahnya diarahkan untuk mendukung industri manufaktur dan jasa di Tiongkok, seperti taman hiburan, inkubator teknologi, pabrik dan kawasan industri. Kemudian sekitar 30% dari anggaran itu adalah untuk infrastruktur tradisional, seperti jalan dan kereta api.

Berbeda dengan pengeluaran infrastruktur AS yang sebagian besar ditujukan untuk transportasi, air dan infrastruktur digital.

“Sekarang Tiongkok memiliki infrastruktur modern dasar, masuk akal untuk memfokuskan investasi pada manufaktur,” kata Profesor Kellogg School of Management di Northwestern University Nancy Qian, yang dilansir dari Bloomberg.

Salah satu proyek garapan Tiongkok adalah perluasan taman sains dan teknologi Zhongguancun Dongsheng, untuk menampung generasi baru perusahaan rintisan teknologi. Proyek itu diprediksi membutuhkan investasi senilai 2,2 miliar yuan.

Selain menyerap pekerja, pembangunan infrastruktur itu juga untuk memastikan pemerintah Tiongkok mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% yang ditetapkan untuk tahun ini.

Seperti diketahui, pasar saham Tiongkok sangat terdampak regulasi ketat terhadap perusahaan internet dan gejolak besar-besaran di sektor properti. Tahun ini, indeks utama sudah merosot 13,4%, namun subindeks yang melacak perusahaan terkait infrastruktur hanya turun 4,7%. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Rekor, Tesla Jual 70.847 Mobil Produksi Tiongkok

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB