Bank Sentral Myanmar Wajibkan Devisa Disimpan Dalam Kyat di Bank Berlisensi

- Editor

Senin, 4 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Myanmar. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Jorono)

Ilustrasi bendera Myanmar. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Jorono)

Jakarta | Bank Sentral Myanmar mewajibkan devisa yang diperoleh penduduk setempat di Myanmar disimpan dalam rekening di bank berlisensi dan dikonversi ke mata uang lokal kyat dalam satu hari kerja. Pasalnya, otoritas militer negara itu mencari kendali lebih besar atas aliran mata uang asing.

Dalam pemberitahuan tertanggal 3 April dan diterbitkan di media pemerintah pada Senin (04/04/2022), bank sentral Myanmar mengatakan akan mengeluarkan pengecualian untuk aturan baru secara terpisah dan bahwa mata uang asing yang ditransfer ke luar negeri harus dilakukan melalui bank Perdagangan Valuta Asing berlisensi.

Perintah yang ditandatangani oleh Gubernur Bank Sentral Myanmar Than Nyein itu, juga berlaku untuk mata uang asing yang masuk ke Myanmar sebelum hari Minggu. Mengutip Reuters, disebutkan juga dalam pemberitahuan itu bahwa mereka yang tidak patuh akan menghadapi tindakan hukum di bawah undang-undang Manajemen Valuta Asing.

Ekonomi Myanmar telah merosot sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih lebih dari sejak 1 Februari 2021, dan melancarkan tindakan keras di tengah meluasnya kerusuhan sipil dan perlawanan bersenjata dari milisi pro-demokrasi dan pemberontak etnis minoritas.

Tahun lalu, bank sentral Myanmar secara singkat mencoba menambatkan mata uang kyat ke kurs referensi terhadap dolar, setelah penurunan nilai tukar.

Pada bulan Maret, otoritas Myanmar mengumumkan rencananya mulai menerima mata uang baht Thailand untuk menyelesaikan transaksi perdagangan perbatasan, guna mengurangi ketergantungan pada dolar dan mengurangi tekanan inflasi.

Pengumuman itu, yang dikeluarkan oleh Kementerian Informasi dan Investasi Myanmar, juga mengatakan ada rencana serupa untuk menggunakan rupee India untuk perdagangan semacam itu, setelah kesepakatan sebelumnya untuk menerima renminbi Tiongkok.

Perintah bank sentral terbaru itu menimbulkan pertanyaan di media sosial untuk memfasilitasi perdagangan mata uang mengenai apakah uang yang dikonversi menjadi kyat akan dimasukkan ke dalam rekening khusus dan apakah ini dapat diakses.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Tiket Masuk Rp 3,75 juta, Komisi IV: Pemerintah Batasi Masyarakat Kecil Berkunjung ke Pulau Komodo

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Berita Terbaru