Pelopor.id – Amerika Serikat mulai menyuntik mati jaringan 3G milik AT&T dan perusahaan lainnya mulai hari ini, Selasa (22/2/2022). Tak hanya akan memengaruhi jaringan smartphone, sejumlah perangkat lunak yang masih menggunakan jaringan 3G juga akan ikut terpengaruh.
3G, merupakan standar jaringan yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union yang diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada sambungan ponsel. Istilah ini, umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel versi ke-tiga. Sebelum 3G, pendahulunya adalah GSM maupun GPRS.
Bila AT&T menutup jaringan 3G-nya hari ini, T-Mobile memperkirakan sistem mereka akan dimatikan pada kuartal II-2022 dan Verizon akan mengakhiri jaringan 3G pada akhir tahun 2022 seperti dilansir dari IFL Science.
Bagi banyak orang, berakhirnya riwayat 3G masalah lantaran mereka harus mengganti perangkat di rumah agar tetap terhubung ke Internet seperti meteran untuk panel surya dan alat-alat rumahtangga lainnya.
Selama 2 tahun terakhir, beberapa perusahaan memang sudah mulai memberi tahu konsumen mereka bahwa layanan 3G akan segera dimatikan. Sehingga semua perangkat termasuk alarm rumah, fitur bantuan dalam mobil, perangkat medis, sistem pelacakan, dan perangkat lunak yang masih mengandalkan 3G perlu mendapatkan pembaruan.
Di Negeri Paman Sam, jutaan mobil masih menggunakan 3G untuk sistem GPS onboard mereka, serta fitur yang memberi tahu responden pertama saat mobil terlibat dalam kecelakaan.
Pabrikan otomotif seperti Cheverolet, Buick, dan Cadillac telah menanggapi penutupan jaringan 3G ini dengan pembaruan perangkat lunak sederhana yang akan memulihkan fungsionalitas dan menghubungkan mobil ke jaringan 4G.
Sementara perangkat medis yang terdampak juga akan dimatikan, termasuk sistem yang memperingatkan perawat ketika ada keadaan darurat dan bahkan sistem yang memantau pasien dengan alat pacu jantung, seperti pemancar. []












