Pelopor.id – Starbucks Corp akan menaikkan harga produknya pada tahun 2022 ini. Mereka juga mengurangi beberapa pengeluaran untuk mengimbangi melonjaknya biaya tenaga kerja dan harga barang.
Selain lonjakan biaya tenaga kerja, Starbucks juga telah membayar lebih untuk melatih karyawan baru dan isolasi bagi mereka yang terpapar Covid 19. Starbucks tidak menyebutkan kenaikan harga produk mereka. Namun contohnya secangkir venti cappuccino kini dijual seharga US$ 5,25 atau sekitar Rp 75.000.

Langkah Starbucks menaikkan harga bukan yang pertama. Perusahaan yang berbasis di Seattle ini, sebelumnya telah menaikkan harga jual pada bulan Oktober 2021 dan Januari 2022. Sementara anggaran yang dipotong adalah biaya pemasaran dan promosi.
Meski demikian, dalam tiga bulan yang berakhir pada 2 Januari 2022, penjualan di gerai Starbucks yang dibuka setidaknya 13 bulan melonjak 13 persen secara global dan 18 persen di Amerika Utara yang sebagian didorong oleh harga yang lebih tinggi. []












