Pelopor.id | Pemerintah Rusia melaporkan 121.288 kasus positif Covid-19 dalam sehari di negaranya, pada Minggu (30/01/2022) waktu setempat. Angka ini meningkat hingga delapan kali lipat dibanding awal bulan, ketika varian Omicron mulai menyebar di Rusia.
Laporan terbaru gugus tugas virus Corona pada pemerintah Rusia juga menyebutkan, sedikitnya 668 orang meninggal dunia dalam sehari, seperti dilansir Associated Press. Dengan demikian, maka total 330.728 orang terkonfirmasi meninggal akibat Corona di Rusia, yang sejauh ini merupakan angka tertinggi di Benua Eropa.
Meskipun terjadi lonjakan kasus, otoritas Rusia berusaha tidak menerapkan pembatasan, dengan berpegang pada sistem kesehatan yang dinilai mampu mengatasi gelombang pasien.
Selama pandemi, Rusia hanya sekali memberlakukan lockdown nasional pada tahun 2020. Namun pada akhir Oktober lalu, banyak warga Rusia diperintahkan untuk tidak bekerja selama seminggu, ketika terjadi lonjakan kasus dan kematian akibat Covid.
Sejauh ini baru separuh dari total 146 juta jiwa populasi Rusia telah divaksinasi penuh, meskipun negara ini membanggakan sebagai negara pertama di dunia yang menyetujui dan meluncurkan vaksinasi domestik.
Sejak awal bulan ini, parlemen Rusia telah menunda tanpa batas waktu pemberlakuan pembatasan untuk orang-orang yang tidak divaksinasi. Kemudian pada pekan ini, Rusia juga memangkas periode isolasi mandiri (isoman) bagi orang-orang yang kontak dengan pasien Covid, dari 14 hari menjadi 7 hari. []
Baca juga: Pfizer dan BioNTech Uji Respon Imun Terhadap Vaksin Omicron












