Pelopor.id | Perusahaan asal Korea Selatan, Samsung Electronics Co Ltd, membukukan laba operasi senilai 13,9 triliun won atau setara USD 11,6 miliar pada kuartal keempat 2021.
Angka itu meningkat 53% secara year-on-year (yoy), yang salah satunya didukung oleh penjualan cepat chip memori dan margin yang lebih tinggi dalam pembuatan kontrak chip.
Pada periode yang sama, laba pada bisnis chip yang merupakan divisi terbesar Samsung telah melonjak lebih dari dua kali lipat, menjadi 8,84 triliun won, seperti dikutip dari Reuters.
Samsung memperkirakan tahun ini akan mengalami pertumbuhan di seluruh bisnis chip dan smartphone, meski pasokan chip non-memori kemungkinan masih terbatas.
“Pasokan chip non-memori diperkirakan akan tetap ketat karena penetrasi 5G, permintaan untuk komputasi kinerja tinggi, peningkatan outsourcing dari perusahaan desain dan manufaktur chip dan permintaan inventaris yang berkelanjutan,” kata manajemen Samsung.
Pada tahun ini, Samsung memprediksi pasar smartphone akan terus tumbuh dan pasar perangkat wearable kemungkinan mengalami pertumbuhan dua digit, meskipun masih ada ketidakpastian terkait pandemi yang berkepanjangan dan krisis komponen.
Samsung mengatakan bahwa mereka akan mengungkap model smartphone andalan terbarunya pada 9 Februari mendatang. []












