Pelopor.id – Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang dibawa oleh nyamuk, yang terjadi di daerah tropis dan subtropis. DBD disebabkan virus dengue dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit ini akan membuat penderitanya mengalami demam, ruam dan nyeri hebat. Bahkan penderitanya merasakan seluruh tulang dan persendian seakan-akan terasa patah. Jika tidak ditangani dengan baik, demam berdarah bisa menyebabkan komplikasi yang cukup parah, seperti terjadi pendarahan hebat dan syok bahkan berpotensi membahayakan nyawa.
Penanganan berupa dengan cairan dan pereda nyeri. Kasus yang parah harus dirawat inap.
Penyebab Demam Berdarah
Demam berdarah dengue merupakan penyakit mudah menular yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk penyebab DBD tersebut, biasanya menginfeksi seseorang di pagi sampai sore hari menjelang petang.
Nyamuk ini, sebenarnya cukup mudah dikenali dengan warnanya yang belang hitam-putih dengan ciri fisiknya yang kecil. Mereka biasanya tidak mendiami tempat yang kotor, melainkan menyasar tempat-tempat bersih, seperti bak mandi.
Penularan terjadi, ketika nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut perbang dan menggigit orang lain, maka virus akan tersebar.
Dengan kata lain, nyamuk berperan sebagai pembawa virus dengue tersebut. Selain gigitan nyamuk, demam berdarah bisa dipicu oleh faktor risiko tertentu di antaranya, seseorang pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya, tinggal atau bepergian ke daerah tropis dan pada bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

Untuk mencegahnya, biasakan menjaga kebersihan lingkungan, timbun barang bekas yang tidak terpakai, hilangkan genangan air dan menaburkan bubuk abate. Selain itu, sistem kekebalan tubuh harus senantiasa kuat dan terjaga. Caranya, dengan mengonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup, kendalikan stres, olahraga secara teratur, dan jangan lupa memasang obat nyamuk di ruangan yang terindikasi tempat persembunyian nyamuk.
Gejala Demam Berdarah
Gejala demam berdarah umumnya ditandai dengan demam tinggi hingga 39 derajat Celcius. Kondisi seperti ini rata-rata akan dialami 2 sampai 7 hari, setelah itu turun secara drastis. Selain demam tinggi, gejala awal yang dirasakan penderita demam berdarah antara lain sakit kepala, mual hingga muntah, nyeri di belakang mata, tulang, dan otot.
Ada juga muncul ruam kulit atau bercak titik kemerahan di kulit, radang tenggorokan yang diiringi dengan sulit menelan dan minum. Bila virus sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh dan menyebabkan peradangan maka penderita akan mimisan, gusinya berdarah, Buang Air Besar (BAB) berwarna hitam atau gelap dan muntah darah.
Setelah gejala-gejala tersebut, penderita memasuki fase kritis selama 2 sampai 3 hari. Di fase ini, rasa sakit di tubuh mulai berkurang, beberapa gejala tambahan juga sudah tidak dirasakan. Hal ini membuat banyak orang menyangka bahwa penderita sudah sembuh sebab sudah tidak demam tinggi. Padahal, inilah fase yang sejatinya harus diwaspadai lantaran bisa menyebabkan Dengue Shock Syndrome (DSS) yang bisa sangat berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan kematian.
Komplikasi Demam Berdarah
Komplikasi yang membahayakan bisa terjadi saat demam berdarah terlambat untuk ditangani. Beberapa gejala parah yang menandakan jika demam berdarah sudah masuk dalam intensitas berbahaya yakni terjadi perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, perdarahan di bawah kulit, muntah hitam, batuk darah, maupun buang air besar dengan feses kehitaman.
Tekanan darah menurun, Kulit basah dan terasa dingin, Denyut nadi melemah, Frekuensi buang air kecil menurun dan jumlah urine yang keluar sedikit, Mulut kering dan Sesak nafas atau pola napas tidak beraturan. Ini menandakan kondisi DSS atau Dengue Shock Syndrome yang merupakan komplikasi demam berdarah. Jika tidak segera ditangani, maka bisa mengganggu fungsi organ tubuh yang berujung pada kematian.
Pengobatan Demam Berdarah
Hingga kini belum ada pengobatan spesifik untuk mengobati demam berdarah. Yang bisa dilakukan adalah mencegah terjadinya komplikasi dengan menurunkan gejala yang muncul sekaligus melakukan upaya pencegahan infeksi virus yang lebih parah.
Seperti mencegah terjadinya dehidrasi dengan banyak minum air putih, istirahat yang cukup, mengkonsumsi obat penurun panas yang relatif aman dan dianjurkan dokter,
menghindari konsumsi obat-obatan pereda nyeri sebab obat-obatan tersebut dapat menimbulkan komplikasi perdarahan.
Pantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar. Jika pasien sudah sangat lemah dan tidak mampu mengkonsumsi air putih dalam jumlah banyak, dokter akan memberikan cairan tambahan lewat metode infus. []












