GlaxoSmithKline Tolak Tawaran Unilever Senilai 50 Miliar Poundsterling

- Editor

Senin, 17 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | GlaxoSmithKline (GSK) menolak tawaran senilai 50 miliar poundsterling dari Unilever, untuk unit bisnis barang konsumennya. Pasalnya, GSK menilai, penawaran itu telah meremehkan bisnis dan prospek masa depannya secara fundamental.

Padahal, jika kesepakatan ini berhasil, maka akan menjadi yang terbesar di dunia sejak awal pandemi. Kesepakatan ini juga dapat mengubah Unilever menjadi pemasok produk kecantikan dan perawatan pribadi yang tangguh, seperti Estee Lauder dan L’Oreal.

Sedangkan bagi GSK, hal ini dapat memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan dari tekanan investor yang semakin tinggi selama setahun terakhir, seperti dilansir dari Reuters.

Pihak GSK mengatakan telah menerima tiga tawaran dari Unilever. Terakhir pada 20 Desember lalu, yang terdiri dari 41,7 miliar poundsterling tunai dan 8,3 miliar poundsterling saham Unilever.

Meski begitu, GSK akan tetap melaksanakan usulan pemisahan bisnis Layanan Kesehatan Konsumen yang ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini. Rencananya, bisnis barang konsumsi GSK akan dilebur menjadi listing terpisah.

Sebelumnya diberitakan bahwa tawaran Unilever untuk bisnis yang dibuat akhir tahun lalu bernilai sekitar 50 miliar poundsterling. Penawaran itu telah ditolak oleh GSK dan Pfizer lantaran dianggap terlalu rendah. GSK dan Pfizer tercatat memiliki saham minoritas di divisi tersebut.

Kinerja unit yang menjual Dove, Lifebuoy, Axe, dan Vaseline, memang kurang memuaskan selama pandemi, lantaran sangat sedikit orang yang keluar atau menghadiri acara-acara sosial, sementara biaya plastik dan petrokimia yang lebih tinggi juga mengurangi margin.

Pada kuartal terakhir tahun lalu, volume produk perawatan kecantikan dan pribadi turun 1,3 persen, sedangkan harga jual naik 3,9 persen. []

Baca juga: Pfizer Prediksi Covid Terus Merajalela Tahun 2022

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Jokowi Terbitkan Perpres tentang Pelaksanaan Paten Obat Favipiravir

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:29 WIB

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 16:57 WIB

Buitenstage Vol. 5 Satukan Brokenscene, Joanna Andrea, dan RANGR

Berita Terbaru

Grup band djent metal, Bless The Knighst. (Foto: Istimewa)

Musik

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:29 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB