Pelopor.id – Kasus pertama peradangan jantung pada pasien yang terinfeksi virus corona varian Omicron, ditemukan di sebuah rumah sakit di Israel pada Minggu (9/1/2022).
Seorang pria berusia 43 tahun dilaporkan telah dirawat di rumah sakit pada bangsal virus corona. Dokter di Pusat Medis Sheba di Tel Hashomer mengatakan, pasien itu dirawat akibat miokarditis atau radang otot jantung.
“Ini adalah pertama kalinya kami melihat ini dengan Omicron. Ini adalah perkembangan yang mengkhawatirkan yang perlu kita pikirkan. Kami terus mengawasi pasien yang saat ini dalam perawatan intensif,” tutur Prof. Shlomi Matetzky, seorang ahli jantung dilansir dari Times of Israel.
Delta, varian Covid-19 sebelumnya juga telah diketahui menyebabkan miokarditis dan perikarditis atau radang selaput di sekitar jantung). Ada juga kasus penyakit yang disebabkan oleh vaksin yang menggunakan teknologi mRNA, terutama pada pria yang lebih muda, tetapi ini kasus yang sangat jarang ditemukan.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa pria dengan miokarditis itu terakhir menerima vaksin booster pada Agustus 2021. Kondisinya dinyatakan juga sehat tanpa kesehatan bawaan lain.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan setempat, yang dirilis Minggu, (9/1/2022), jumlah pasien Covid-19 di Israel yang terdaftar dengan gejala parah naik menjadi 206. Sementara sehari sebelumnya atau pada Sabtu, (8/1/2022), terdapat 17.521 kasus baru Covid-19, sedikit menurun dari rekor hari Jumat 18.831 kasus baru.
- Baca juga : Gawat! Omicron Kian Menggila Muncul Lagi Varian Baru Deltacron
- Baca Juga : Omicron Menggila di Kanada, Cineplex rumahkan 6.000 Karyawan
Sementara Otoritas Israel memprediksi, nyaris 40 persen populasinya akan terinfeksi virus Corona (Covid-19) selama gelombang terbaru varian Omicron melanda. Perdana Menteri (PM) Israel, Naftali Bennett menyampaikan hal tersebut melalui Twitter pada Minggu (9/1/2022) waktu setempat. Ini berarti, Israel memperkirakan total kasus Corona di wilayahnya akan meningkat menjadi 2-4 empat juta kasus.
“Data yang disampaikan dalam rapat kabinet mengindikasikan bahwa di sini, di Israel, antara dua hingga empat juta warga secara total akan terinfeksi selama gelombang saat ini,” ungkap Bennett dikutip dari AFP, Senin (10/1/2022).[]












