DPR Desak Pemerintah Tambah Tempat Isolasi Seiring Meningkatnya Kasus Covid

- Editor

Selasa, 1 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tempat isolasi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi tempat isolasi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Tingginya angka kasus Covid-19 varian Omicron membuat keterisian tempat tidur rumah sakit atau Bed Occcupancy Rate (BOR) di Jakarta sudah mencapai 45 persen. Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meminta pemerintah memperbanyak tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid.

“Hal ini penting agar BOR faskes di ibu kota tetap terkendali, sehingga faskes tetap bisa melakukan pelayanan kesehatan yang optimal dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” kata Charles dalam keterangan persnya seperti dilansir dari Parlementaria.

Charles mengatakan pentingnya perbanyak jumlah fasilitas isolasi terpusat di Jakarta untuk menampung pasien gejala sedang dan ringan yang tidak punya tempat isolasi mandiri, dan yang khawatir mengalami perburukan.

“Sebab, pasien di tempat isolasi terpusat akan dipantau secara intensif oleh tenaga medis. Dengan isolasi terpusat bagi pasien gejala sedang dan ringan, tempat tidur di faskes tetap tersedia bagi pasien gejala berat dan kritis,” ungkap legislator dapil DKI Jakarta III itu.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta kewaspadaan dengan naiknya indikator BOR Covid-19 di Jakarta. Antara lain dengan memastikan kesiapan sarana prasarana perawatan, obat-obatan, oksigen, ventilator, termasuk operasional untuk tenaga kesehatan.

Mufida mengingatkan pemerintah masih memiliki masalah tunggakan klaim rumah sakit (RS) untuk penanangan Covid-19 pada tahun 2020. Dikhawatirkan tunggakan ini memengaruhi kesiapan RS seiring meningkatnya kasus Covid-19 dan meningkatnya BOR.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta pemerintah meringankan beban RS dengan menyelesaikan kewajiban, jelang potensi adanya gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia.

“Pemerintah wajib selesaikan tunggakan bayar klaim RS, khususnya tahun 2020. Harus dicarikan solusinya untuk meringankan beban saat BOR terus meningkat,” ungkap legislator dapil DKI Jakarta I tersebut. []

Baca Juga :   Sebelum Heboh Sumbang Rp 2T, Anak Akidi Tio Pernah Dilaporkan dalam Kasus Penipuan

Baca juga: 60 Pegawai Positif Covid-19, Kemensos Lockdown Kantor Pusat

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru