The Fed Berencana Luncurkan Sistem Pembayaran Lebih Cepat

- Editor

Kamis, 1 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi logo Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). (Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Ilustrasi logo Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). (Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Pelopor.id | Jakarta – Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), akan meluncurkan sistem pembayaran lebih cepat yang telah lama ditunggu-tunggu pada musim panas mendatang.

Sistem baru tersebut akan memungkinkan pembayaran tagihan, cek gaji, dan transfer konsumen atau bisnis umum lainnya tersedia dengan cepat dan sepanjang waktu, perubahan dari sistem yang ada yang ditutup pada akhir pekan dan kadang-kadang dapat memakan waktu beberapa hari sebelum dana tersedia.

Tahun lalu, rel yang lebih tua itu menangani lebih dari 29 miliar pembayaran, senilai hampir USD 73 triliun.

Sistem The Fed juga akan bersaing dengan jaringan real-time lain yang dibangun dan diluncurkan oleh bank-bank besar pada tahun 2017, yang memproses volume pembayaran yang jauh lebih kecil.

The Fed telah mengatakan sistemnya, yang disebut FedNow, akan memberikan opsi kedua di pasar yang akan menurunkan biaya, meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerentanan sistem keuangan.

Itu bisa menarik bagi beberapa pemberi pinjaman kecil yang enggan menggunakan sistem bank besar. Seperti sistem lainnya, Fed hanya akan mengenakan biaya yang cukup untuk menutup biayanya.

“FedNow akan mengubah cara pembayaran sehari-hari dilakukan di seluruh perekonomian,” kata wakil ketua Fed Lael Brainard dalam pidatonya pada awal pekan ini, seperti dilansir dari The Wall Street Journal.

Brainard, yang telah memimpin pekerjaan Fed pada pembayaran dalam beberapa tahun terakhir, mengatakan layanan tersebut akan diluncurkan antara Mei dan Juli 2023, setelah fase pengujian dimulai bulan depan.

Sistem, yang disetujui oleh The Fed pada 2019, hadir ketika teknologi baru mengubah proses lama untuk memindahkan uang.

Sementara negara-negara lain telah bergerak untuk menyiapkan sistem yang hampir instan jauh lebih cepat, The Fed berjalan lambat.

Baca Juga :   FBI Sebut Hacker Korea Utara Curi Kripto US$ 650 Juta dari Axie Infinity

Saat ini, sistem perbankan elektronik di AS sebagian bergantung pada dua jaringan utama yang memungkinkan pembayaran berpindah dari satu lembaga keuangan ke lembaga keuangan lainnya.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Berita Terbaru