Pelopor.id | Jakarta – Pewaris dan pemimpin de facto Samsung Group menerima pengampunan dari Presiden Korea Selatan Yoon Seok-yeol pada Jumat (12/08/2022), contoh terbaru dari tradisi panjang Korsel dalam membebaskan para pemimpin bisnis yang dihukum karena korupsi atas dasar ekonomi.
Menteri Kehakiman Korsel Han Dong-hoon mengatakan, miliarder Lee Jae-yong yang dihukum karena penyuapan dan penggelapan pada Januari tahun lalu, akan “diangkat kembali” untuk memberinya kesempatan berkontribusi untuk mengatasi krisis ekonomi negara itu.
Lee adalah orang terkaya ke-278 di dunia menurut Forbes, dengan kekayaan bersih USD 7,9 miliar. Dia dipenjara akibat pelanggaran yang terkait dengan skandal korupsi besar-besaran yang menjatuhkan mantan presiden Korsel Park Geun-hye.
Lee mendapatkan pembebasan bersyarat pada Agustus 2021, setelah menjalani 18 bulan penjara, lebih dari setengah dari hukuman aslinya.
Pengampunan dari presiden pun akan memungkinkan Lee untuk sepenuhnya kembali bekerja dengan mencabut pembatasan pekerjaan pasca-penjara yang telah ditetapkan selama lima tahun.
Lee diampuni bersama tiga pengusaha lainnya, termasuk Ketua Lotte Group Shin Dong-bin, yang dijatuhi hukuman percobaan dua setengah tahun penjara dalam kasus suap pada 2018.
“Pengampunan itu diberikan agar Lee dan serta eksekutif tingkat tinggi lainnya yang menerima pengampunan dapat memimpin mesin pertumbuhan berkelanjutan Korsel melalui investasi aktif dalam teknologi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Kementerian Kehakiman Korsel dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP.
Sebanyak 1.693 orang, termasuk tahanan dengan penyakit mematikan dan mereka yang mendekati akhir masa hukuman mereka, ada dalam daftar pengampunan, kata kementerian itu, menjelang peringatan Hari Pembebasan tahunan pada Senin mendatang.
Peringatan itu menandai penyerahan Jepang pada Perang Dunia II tahun 1945, yang membebaskan Korea dari beberapa dekade pemerintahan kolonial dan biasanya dirayakan setiap tahun dengan pengampunan ratusan tahanan.[]












