Jaksa Agung AS Menyetujui Secara Pribadi Penggerebekan Rumah Trump

- Editor

Jumat, 12 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truth Social, Media Sosial Milik Donald Trump. (Foto: Pelopor.id/MNC)

Truth Social, Media Sosial Milik Donald Trump. (Foto: Pelopor.id/MNC)

Pelopor.id | Jakarta – Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Merrick Garland pada Kamis (11/08/2022) mengatakan bahwa dia secara pribadi menyetujui penggeledahan rumah Donald Trump di Florida, dan mengutuk “serangan tidak berdasar” terhadap FBI, menyusul tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seorang mantan presiden AS.

Garland tidak menjelaskan alasan pencarian, namun menekankan ada “kemungkinan penyebab” dan mengatakan telah meminta pengadilan untuk mempublikasikan dokumen kasus tersebut.

“Departemen tidak mengambil keputusan seperti itu dengan enteng,” katanya seperti dilansir dari AFP.

Serangan FBI yang luar biasa minggu ini di kediaman Trump di Mar-a-Lago telah memicu badai politik di negara yang sudah terpecah belah dan terjadi saat dia menimbang langkah lain di Gedung Putih.

Mantan wakil presiden Trump, Mike Pence, menyatakan keprihatinan mendalam dan mengatakan serangan itu berbau “keberpihakan” oleh Departemen Kehakiman AS.

Garland mengkritik serangan tidak berdasar terhadap profesionalisme FBI dan agen serta jaksa Departemen Kehakiman AS.

Sejak meninggalkan jabatannya, Trump tetap menjadi sosok yang paling memecah belah dan kekuatan di partai Republik di AS, terus menabur kebohongan bahwa dia benar-benar memenangkan pemilihan tahun 2020.

Trump juga mengutuk serangan itu sebagai bermotif politik dan “senjata” dari Departemen Kehakiman AS.

“Tidak ada hal seperti ini yang pernah terjadi pada Presiden Amerika Serikat sebelumnya,” kata Trump.

Hanya beberapa hari setelah operasi FBI, Trump diinterogasi selama empat jam pada hari Rabu di kantor jaksa agung negara bagian New York Letitia James di Manhattan, yang sedang menyelidiki praktik bisnis Organisasi Trump.

Media AS melaporkan bahwa Trump menggunakan hak hukumnya Amandemen Kelima untuk tidak menjawab pertanyaan lebih dari 400 kali selama deposisi tentang dugaan penipuan di bisnis real estat keluarganya.

Baca Juga :   Presiden Turki Recep Erdogan Desak Rusia-Ukraina Akhiri Perang

James mencurigai Trump Organization dengan curang melebih-lebihkan nilai properti real estat ketika mengajukan pinjaman bank, sementara mengecilkan nilai properti untuk membayar lebih sedikit pajak.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Berita Terbaru