Sejumlah Agen FBI Menggerebek Rumah Donald Trump di Florida

- Editor

Selasa, 9 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Donald Trump. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi Donald Trump. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (08/08/2022) mengatakan bahwa kediamannya di Mar-A-Lago di Florida, AS, digerebek oleh agen-agen FBI. Trump pun menyebutnya sebagai tindakan pelanggaran penuntutan.

“Ini adalah masa-masa kelam bagi bangsa kita, karena rumah saya yang indah, Mar-A-Lago di Palm Beach, Florida, saat ini dikepung, digerebek, dan diduduki oleh sekelompok besar agen FBI,” katanya dalam sebuah pernyataan di media sosial Truth.

“Ini adalah pelanggaran penuntutan, persenjataan Sistem Peradilan, dan serangan oleh Demokrat Kiri Radikal yang sangat tidak ingin saya mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2024. Mereka bahkan membobol brankasku!” lanjutnya.

Melansir AFP, FBI menolak berkomentar tentang apakah pencarian itu terjadi atau untuk apa, Trump juga tidak memberikan indikasi mengapa agen federal ada di rumahnya.

Namun sejumlah media AS mengutip sumber yang dekat dengan penyelidikan yang mengatakan bahwa agen FBI sedang melakukan pencarian resmi terkait dengan potensi kesalahan penanganan dokumen rahasia yang telah dikirim ke Mar-a-Lago.

Sebelumnya pada Februari, lembaga Arsip Nasional atau The National Archives mengatakan bahwa mereka telah menemukan 15 kotak dokumen dari perkebunan Florida Trump, yang dilaporkan Washington Post termasuk sejumlah teks yang sangat rahasia, yang dibawa bersamanya ketika dia meninggalkan Washington setelah kalah dari pemilihan.

Dokumen dan kenang-kenangan, yang juga termasuk korespondensi dari mantan presiden AS Barack Obama, seharusnya secara hukum telah diserahkan pada akhir masa kepresidenan Trump, namun malah berakhir di resor Mar-a-Lago.

Pemulihan kotak menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan Trump terhadap undang-undang catatan kepresidenan yang diberlakukan setelah skandal Watergate tahun 1970-an yang mengharuskan penghuni Oval Office untuk menyimpan catatan yang terkait dengan aktivitas administrasi.

Baca Juga :   Joe Biden Luncurkan Tindakan Eksekutif untuk Memerangi Perubahan Iklim

National Archives kemudian meminta Departemen Kehakiman untuk menyelidiki praktik Trump.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Kamis, 9 April 2026 - 22:08 WIB

Tiket Presale Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Ludes dalam 1 Jam

Selasa, 7 April 2026 - 16:10 WIB

Julyandra Aip DPO dan Kisi Bawa Nuansa Kontemplatif di Kurasi Musik Tebet

Selasa, 7 April 2026 - 15:42 WIB

Pugar Restu Julian Sajikan Lirik Frontal di Single Depresi Kelas Menengah

Selasa, 7 April 2026 - 15:01 WIB

Kukudabukon Luncurkan Single Menerka Sampai Mati Sebelum Album Penuh

Sabtu, 4 April 2026 - 17:44 WIB

Grup Band Cockpit+ Lahir, Siap Lanjutkan Tradisi Rock Genesis di Indonesia

Berita Terbaru