Alibaba Mencari Primary Listing di Hong Kong

- Editor

Selasa, 26 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Alibaba. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Logo Alibaba. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id | Jakarta – Raksasa e-commerce Alibaba mengatakan akan mencari daftar utama atau primary listing di Hong Kong, yang berpotensi memberikan akses ke kumpulan besar investor Tiongkok, karena pejabat daratan mengindikasikan tindakan keras jangka panjang terhadap sektor teknologi dapat segera berakhir.

Langkah ini juga dilakukan ketika perusahaan teknologi Tiongkok yang diperdagangkan di New York semakin khawatir tentang dorongan regulasi oleh otoritas Amerika Serikat (AS) di tengah ketegangan yang memanas antara negara adidaya.

“Hong Kong juga merupakan landasan peluncuran untuk strategi globalisasi Alibaba, dan kami sepenuhnya yakin dengan ekonomi dan masa depan China,” kata CEO dan ketua grup Daniel Zhang seperti dikutip dari AFP.

Alibaba mengatakan bahwa mereka memiliki volume perdagangan harian rata-rata USD 3,2 miliar di AS dalam enam bulan pertama tahun ini, sementara daftar sekundernya di Hong Kong melihat sekitar USD 700 juta.

Meskipun Alibaba memiliki daftar sekunder di Hong Kong, itu tidak memungkinkannya untuk bergabung dengan program Stock Connect populer yang terhubung ke bursa di Shanghai dan Shenzhen. Daftar utama, yang diharapkan berlangsung sebelum akhir tahun, akan membuka pintu tersebut.

Kabar mengenai rencana ini telah mendorong saham di Alibaba melonjak lebih dari lima persen pada Selasa (26/07/2022).

Grup yang berbasis di Hangzhou ini adalah salah satu dari sejumlah raksasa teknologi yang terjerat dalam tindakan keras regulasi yang luas terhadap dugaan praktik anti-persaingan sejak akhir 2020. Kampanye itu didorong oleh ketakutan di Beijing bahwa perusahaan internet mengendalikan terlalu banyak data dan telah berkembang terlalu cepat.

Namun para pejabat tampaknya mengambil sentuhan yang lebih ringan saat mereka bergulat dengan ekonomi yang melambat. Dan pada bulan Mei, Perdana Menteri Li Keqiang mendesak dukungan bagi perusahaan teknologi untuk mendaftar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Baca Juga :   Pemegang Saham Twitter Layangkan Gugatan yang Menuduh Musk Memanipulasi Pasar

Meski demikian, Presiden Xi Jinping bulan lalu menyerukan pengawasan yang lebih kuat dan keamanan yang lebih baik di arena teknologi keuangan. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Berita Terbaru

Penyanyi remaja, Lindee Cremona. (Foto: Istimewa)

Musik

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB