Tak Ada Stimulus, Pendapatan Pariwisata Thailand Diprediksi Meleset

- Editor

Sabtu, 23 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Phuket, Thailand. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Michelle_Raponi)

Phuket, Thailand. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Michelle_Raponi)

Pelopor.id | Jakarta – Pendapatan pariwisata Thailand tahun ini diprediksi mencapai 1,2 triliun baht atau sekitar Rp 490,8 triliun, di bawah target pemerintah sebesar 1,5 triliun, jika tidak ada stimulus tambahan karena anggaran fiskal untuk pariwisata pada tahun 2023 sudah banyak dipangkas.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Phiphat Ratchakitprakan mengatakan, paket stimulus yang diusulkan terdiri dari proyek 1 miliar baht yang disebut “Booster Shot” di bawah pengawasan Tourism Authority of Thailand (TAT) dan proyek pariwisata olahraga 1 miliar baht yang bertujuan mempromosikan olahraga internasional dan peristiwa lokal.

Kementerian dan sektor swasta mengusulkan “Booster Shot” kepada perdana menteri pekan ini dan agenda sedang ditinjau oleh National Economic and Social Development Council (NESDC), menentukan apakah akan menggunakan anggaran pusat atau keputusan pinjaman darurat. Dia mengatakan NESDC belum membuat keputusan.

“Tanpa anggaran tambahan, kita harus mengakui pendapatan tahun ini lebih mungkin mencapai 1,2 triliun baht, 300 miliar di bawah target,” kata Phiphat seperti dikutip dari Bangkok Post.

Meskipun kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 18% sebelum pandemi, katanya selama dua tahun terakhir kementerian mengusulkan sejumlah langkah untuk membantu operator pariwisata, namun sebagian besar ditolak.

Phiphat mengatakan, program “Booster Shot” sangat dibutuhkan oleh industri untuk merangsang permintaan dan memperkuat pemangku kepentingan pariwisata.

TAT diharapkan bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk meningkatkan kapasitas setidaknya 50% dari tingkat pra-pandemi dan membantu operator pariwisata, seperti bus wisata yang mengalami kekurangan pelanggan Tiongkok, untuk membawa lebih banyak kelompok wisata lokal.

Untuk proyek wisata olahraga, yang akan menggunakan anggaran dari Dana Pengembangan Olahraga Nasional, kementerian bertujuan mempromosikan tiga acara internasional: MotoGP 2022 pada bulan September, diikuti oleh dua acara trail running di Chiang Mai.

Baca Juga :   Pertukaran Saham Memperkuat JGS Synergy Power

Mereka terdiri dari “Amazing Thailand World Mountain & Trail Running Championships” perdana pada bulan November, yang ditunda dari tahun lalu, dan Doi Inthanon Thailand By UTMB 2022 pada bulan Desember.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 21:11 WIB

Ade Govinda dan Gloria Jessica Luncurkan Lagu Terbelah Jadi Dua

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Berita Terbaru