AS Masukkan Vietnam, Kamboja, Makau ke Daftar Hitam Perdagangan Manusia

- Editor

Rabu, 20 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi human trafficking atau perdagangan manusia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi human trafficking atau perdagangan manusia. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Amerika Serikat (AS) menambahkan Vietnam, Kamboja, Brunei dan Makau ke daftar hitam perdagangan manusia, yang sebelumnya sudah memasukkan Malaysia. AS menuduh negara-negara itu lemah dalam menghentikan kerja seks paksa atau membantu pekerja migran.

Dalam laporan tahunan, AS juga menambahkan Belarus yang diperintah otoriter ke dalam daftar hitam, dan dalam kritik yang jarang terjadi terhadap sekutu Barat, menempatkan Bulgaria dalam daftar pantauan karena khawatir tidak menganggap serius perdagangan manusia.

“Jika Anda melihat laporan itu, Anda akan melihat gambaran kemajuan yang beragam,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken seperti dikutip dari AFP.

Blinken mengatakan bahwa korupsi adalah alat utama dari para pedagang yang mengandalkan mata tertutup dari pemerintah.

Negara-negara yang dimasukkan dalam daftar hitam “Tingkat 3” tunduk pada sanksi AS, meskipun pemerintah secara rutin mengabaikan hukuman untuk negara-negara sahabat yang menjanjikan perbaikan.

Vietnam, yang memiliki hubungan yang hangat dengan Washington karena kekhawatiran bersama atas kebangkitan Tiongkok, diturunkan ke Tingkat 3, dengan Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa penuntutan dibatalkan pada tahun 2021.

Laporan tersebut secara khusus menemukan kesalahan karena Hanoi tidak mengambil tindakan terhadap seorang diplomat Vietnam dan anggota staf kedutaan yang ditempatkan di Arab Saudi yang dituduh terlibat dalam perdagangan beberapa warga negara mereka.

Sedangkan di Makau, yang terkenal dengan kasino dan industri seksnya, laporan tersebut mengatakan bahwa pihak berwenang tidak memberikan layanan kepada satu korban perdagangan manusia selama tiga tahun berturut-turut.

Bersama dengan Malaysia, negara-negara yang tetap dalam daftar dari tahun sebelumnya adalah Afghanistan, Kuba, Eritrea, Guinea-Bissau, Iran, Myanmar, Korea Utara, Nikaragua, Rusia, Sudan Selatan, Suriah, Turkmenistan, dan Venezuela.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Bantu Industri Penyulingan, India Pangkas Pajak Impor CPO Jadi 5%

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20 WIB

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Berita Terbaru