Pertukaran Saham Memperkuat JGS Synergy Power

- Editor

Selasa, 19 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi atap rumah dengan panel surya. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi atap rumah dengan panel surya. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Dua perusahaan yang terdaftar di The Stock Exchange of Thailand (SET), pengembang energi terbarukan Gunkul Engineering dan pengecer IT Jay Mart, memperkuat usaha patungan mereka, JGS Synergy Power.

Mereka melakukan pertukaran saham senilai masing-masing 500 juta baht atau sekitar Rp 204,2 miliar, untuk memanfaatkan peningkatan permintaan panel surya atap.

JGS Synergy yang terdaftar pada bulan Maret, awalnya berfokus pada bisnis atap surya dan penawaran kredit terkait.

Pada Desember tahun lalu, kedua perusahaan menyetujui pertukaran saham lain masing-masing senilai 500 juta baht, setelah pengumuman nota kesepahaman awal untuk mendirikan usaha patungan.

Mengutip Bangkok Post, Gunkul melakukan investasi 50% di JGS Synergy, sementara Jay Mart memegang 40,1% saham dan sisanya 9,9% dipegang oleh Singer Thailand Plc, yang menyediakan layanan sewa-beli.

Gunkul mengatakan, sinergi produk energi, bisnis ritel dan penawaran kredit akan meningkatkan penjualan, sehingga lebih nyaman bagi pelanggan untuk membeli teknologi energi yang mahal.

Sebelumnya, Gunkul memproyeksikan pendapatannya tumbuh tajam sebesar 72% menjadi 16 miliar baht selama beberapa tahun ke depan, naik dari 9,32 miliar tahun lalu, berkat perluasan berbagai bisnis, terutama energi bersih dan ganja.

CEO Jay Mart Adisak Sukumvitaya mengatakan, pertukaran saham terbaru menegaskan kembali kepercayaan kedua belah pihak dalam kemitraan bisnis jangka panjang melalui usaha patungan.

Ia mengatakan, JGS termasuk di antara tiga investasi besar yang diincar Jay Mart tahun ini.

Jay Mart telah menyisihkan 2 miliar baht untuk investasi di tiga perusahaan tahun ini. Pertama, Jay Mart menghabiskan 250 juta baht untuk membeli 25% saham di JayDee Group, sebuah kemitraan dengan dealer peralatan listrik.

Kedua, Jay Mart menginvestasikan 40,1% saham di JGS. Ketiga, Jay Mart berinvestasi di Thailand Amz Co untuk mengembangkan platform perdagangan terintegrasi dan menyediakan layanan keuangan ke platform tersebut untuk meningkatkan ekosistemnya.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Google Hentikan YouTube Originals yang Dibentuknya Sejak 2016

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Berita Terbaru