Pelopor.id | Jakarta – Dua perusahaan yang terdaftar di The Stock Exchange of Thailand (SET), pengembang energi terbarukan Gunkul Engineering dan pengecer IT Jay Mart, memperkuat usaha patungan mereka, JGS Synergy Power.
Mereka melakukan pertukaran saham senilai masing-masing 500 juta baht atau sekitar Rp 204,2 miliar, untuk memanfaatkan peningkatan permintaan panel surya atap.
JGS Synergy yang terdaftar pada bulan Maret, awalnya berfokus pada bisnis atap surya dan penawaran kredit terkait.
Pada Desember tahun lalu, kedua perusahaan menyetujui pertukaran saham lain masing-masing senilai 500 juta baht, setelah pengumuman nota kesepahaman awal untuk mendirikan usaha patungan.
Mengutip Bangkok Post, Gunkul melakukan investasi 50% di JGS Synergy, sementara Jay Mart memegang 40,1% saham dan sisanya 9,9% dipegang oleh Singer Thailand Plc, yang menyediakan layanan sewa-beli.
Gunkul mengatakan, sinergi produk energi, bisnis ritel dan penawaran kredit akan meningkatkan penjualan, sehingga lebih nyaman bagi pelanggan untuk membeli teknologi energi yang mahal.
Sebelumnya, Gunkul memproyeksikan pendapatannya tumbuh tajam sebesar 72% menjadi 16 miliar baht selama beberapa tahun ke depan, naik dari 9,32 miliar tahun lalu, berkat perluasan berbagai bisnis, terutama energi bersih dan ganja.
CEO Jay Mart Adisak Sukumvitaya mengatakan, pertukaran saham terbaru menegaskan kembali kepercayaan kedua belah pihak dalam kemitraan bisnis jangka panjang melalui usaha patungan.
Ia mengatakan, JGS termasuk di antara tiga investasi besar yang diincar Jay Mart tahun ini.
Jay Mart telah menyisihkan 2 miliar baht untuk investasi di tiga perusahaan tahun ini. Pertama, Jay Mart menghabiskan 250 juta baht untuk membeli 25% saham di JayDee Group, sebuah kemitraan dengan dealer peralatan listrik.
Kedua, Jay Mart menginvestasikan 40,1% saham di JGS. Ketiga, Jay Mart berinvestasi di Thailand Amz Co untuk mengembangkan platform perdagangan terintegrasi dan menyediakan layanan keuangan ke platform tersebut untuk meningkatkan ekosistemnya.[]












