Nyeri Perut Akibat Asam Lambung Beda dengan Usus Buntu

- Editor

Senin, 18 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nyeri lambung. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/HansMartinPaul)

Ilustrasi nyeri lambung. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/HansMartinPaul)

“Beberapa orang meremehkan keluhan nyeri perut, tetapi setelah diperiksa ternyata usus buntu yang sudah pecah. Lebih baik kita waspada pada gejala-gejala awal sehingga dapat segera ditangani dengan tepat.”

Pelopor.id | Jakarta – Sakit perut akibat usus buntu dan maag sekilas memiliki gejala yang hampir mirip. Sehingga, banyak orang yang salah mengartikan sakit yang dirasa. Mengetahui kedua gejala penyakit tersebut memang sangat penting, karena jika keliru dapat berujung pada salah diagnosis dan pengobatannya. Lalu apa saja gejala usus buntu dan sakit maag yang perlu diketahui?

Agar dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat untuk kedua jenis gangguan tersebut, kamu perlu mengetahui sejumlah gejala yang mendasari. Beberapa perbedaan sakit perut yang dirasakan dari gejala usus buntu dan sakit maag adalah sebagai berikut :

1. Sakit Perut Akibat Usus Buntu
Usus buntu atau apendisitis dalam bahasa medis merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya peradangan pada bagian usus buntu. Usus buntu sendiri merupakan sebuah struktur berbentuk selang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Letaknya di perut bagian kanan bawah. Jika tidak ditangani dengan baik, usus buntu bisa saja pecah dan menyebabkan infeksi ke bagian di sekitarnya.

“Jika kondisi tersebut terjadi, lapisan bagian perut yang lain juga ikut mengalami peradangan. Rasa sakit di mulai dari sekitar pusar yang muncul dan hilang. Rasa sakit kemudian menjalar ke perut bawah bagian kanan, di mana usus buntu berada,” sebut dr. Handri Irawan, MMRS di akun Twitter pribadinya @drhandri dikutip Senin, (18/07/2022).

Baca Juga :   Bau Mulut Bisa Jadi Suatu Penyakit yang Harus Diobati

Menurutnya, jika sudah menjalar ke bagian tersebut, rasa sakit akan semakin intens, dan bertambah parah saat kamu menarik napas dalam, batuk, bersin, atau berjalan. Gejala utama memang ditandai dengan sakit perut bawah bagian kanan. Namun, gejala usus buntu tersebut juga disertai dengan beberapa gejala tambahan, seperti:

  • Penurunan nafsu makan
  • Mual sampai muntah
  • Perut kembung
  • Tidak bisa kentut
  • Demam tinggi.

2. Sakit Perut Akibat Maag
Sakit maag sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, tetapi merupakan tanda dari gangguan kesehatan lain yang menjadi penyebabnya. Gejala sakit maag ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri pada saluran pencernaan bagian atas, seperti kerongkongan, perut, atau usus dua belas jari.

“Gejala yang sering muncul adalah perut kembung akibat terlalu banyak gas dalam lambung,” ungkap dr. Handri.

Baca Juga :   Wimbledon Tak Punya Alternatif Selain Melarang Pemain Rusia Ikut Kejuaraan

Bukan hanya sakit perut saja yang menjadi gejala sakit maag. Gejala tersebut akan disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Perut terasa panas
  • Sering sendawa
  • Sakit di bagian perut dan dada
  • Muncul rasa asam di mulut

Jika Masih Bingung, Perhatikan Lokasi Munculnya Rasa Sakit

Perbedaan mendasar antara usus buntu dan sakit maag terletak pada lokasi sakit yang dirasakan. Maag memicu rasa sakit di perut bagian atas, atau di sekitar ulu hati. Sedangkan sakit perut pada pengidap usus buntu, muncul di perut bagian kanan bawah yang semakin memburuk jika ditekan. Gejalanya semakin bertambah parah dari waktu ke waktu. Pengidap usus buntu juga mengalami gejala demam, tetapi tidak pada pengidap penyakit maag.

Baca Juga :   Jenis-jenis Gangguan Jiwa dan Gejalanya

“Oleh karena itu, jika kamu atau keluarga terdekat mengalami rasa nyeri di perut bagian kanan bawah yang semakin parah saat ditekan, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat, ya. Kamu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis, dan menentukan langkah penanganan yang tepat untuk meminimalisir terjadinya komplikasi,” ujar dr. Handri.

“Beberapa orang meremehkan keluhan nyeri perut, tetapi setelah diperiksa ternyata usus buntu yang sudah pecah. Lebih baik kita waspada pada gejala-gejala awal sehingga dapat segera ditangani dengan tepat,” sambungnya.

Semoga bermanfaat. []

Baca Juga :   Demam Pada Anak dan Cara Mengatasinya
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
IONATION 2025 Hadirkan Maia Estianty, Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
Hari Anak Nasional 2025: TNP Group, MUGU, dan Sahabat Anak Hadirkan Ruang Bermain Bermakna di Cijantung
Poli deCent, Langkah Strategis RS MMC Hadapi Gangguan Mental di Era Modern

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Selasa, 6 Januari 2026 - 03:08 WIB

Idgitaf Ungkap Kecemasan dan Harapan Lewat Single Rutinitas

Sabtu, 27 Desember 2025 - 01:23 WIB

Gerakan Warga Wargi Menanam Warnai Penjualan Tiket Synchronize Fest 2026

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:24 WIB

Eksplorasi Musik Tanpa Batas ala Patrick Lesmana dalam EP Yabai

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB