“Beberapa orang meremehkan keluhan nyeri perut, tetapi setelah diperiksa ternyata usus buntu yang sudah pecah. Lebih baik kita waspada pada gejala-gejala awal sehingga dapat segera ditangani dengan tepat.”
Pelopor.id | Jakarta – Sakit perut akibat usus buntu dan maag sekilas memiliki gejala yang hampir mirip. Sehingga, banyak orang yang salah mengartikan sakit yang dirasa. Mengetahui kedua gejala penyakit tersebut memang sangat penting, karena jika keliru dapat berujung pada salah diagnosis dan pengobatannya. Lalu apa saja gejala usus buntu dan sakit maag yang perlu diketahui?
Agar dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat untuk kedua jenis gangguan tersebut, kamu perlu mengetahui sejumlah gejala yang mendasari. Beberapa perbedaan sakit perut yang dirasakan dari gejala usus buntu dan sakit maag adalah sebagai berikut :
1. Sakit Perut Akibat Usus Buntu
Usus buntu atau apendisitis dalam bahasa medis merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya peradangan pada bagian usus buntu. Usus buntu sendiri merupakan sebuah struktur berbentuk selang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Letaknya di perut bagian kanan bawah. Jika tidak ditangani dengan baik, usus buntu bisa saja pecah dan menyebabkan infeksi ke bagian di sekitarnya.
“Jika kondisi tersebut terjadi, lapisan bagian perut yang lain juga ikut mengalami peradangan. Rasa sakit di mulai dari sekitar pusar yang muncul dan hilang. Rasa sakit kemudian menjalar ke perut bawah bagian kanan, di mana usus buntu berada,” sebut dr. Handri Irawan, MMRS di akun Twitter pribadinya @drhandri dikutip Senin, (18/07/2022).
Menurutnya, jika sudah menjalar ke bagian tersebut, rasa sakit akan semakin intens, dan bertambah parah saat kamu menarik napas dalam, batuk, bersin, atau berjalan. Gejala utama memang ditandai dengan sakit perut bawah bagian kanan. Namun, gejala usus buntu tersebut juga disertai dengan beberapa gejala tambahan, seperti:
- Penurunan nafsu makan
- Mual sampai muntah
- Perut kembung
- Tidak bisa kentut
- Demam tinggi.
2. Sakit Perut Akibat Maag
Sakit maag sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, tetapi merupakan tanda dari gangguan kesehatan lain yang menjadi penyebabnya. Gejala sakit maag ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri pada saluran pencernaan bagian atas, seperti kerongkongan, perut, atau usus dua belas jari.
“Gejala yang sering muncul adalah perut kembung akibat terlalu banyak gas dalam lambung,” ungkap dr. Handri.
Bukan hanya sakit perut saja yang menjadi gejala sakit maag. Gejala tersebut akan disertai dengan gejala lain, seperti:
- Mual dan muntah
- Perut terasa panas
- Sering sendawa
- Sakit di bagian perut dan dada
- Muncul rasa asam di mulut
Jika Masih Bingung, Perhatikan Lokasi Munculnya Rasa Sakit
Perbedaan mendasar antara usus buntu dan sakit maag terletak pada lokasi sakit yang dirasakan. Maag memicu rasa sakit di perut bagian atas, atau di sekitar ulu hati. Sedangkan sakit perut pada pengidap usus buntu, muncul di perut bagian kanan bawah yang semakin memburuk jika ditekan. Gejalanya semakin bertambah parah dari waktu ke waktu. Pengidap usus buntu juga mengalami gejala demam, tetapi tidak pada pengidap penyakit maag.
“Oleh karena itu, jika kamu atau keluarga terdekat mengalami rasa nyeri di perut bagian kanan bawah yang semakin parah saat ditekan, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat, ya. Kamu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis, dan menentukan langkah penanganan yang tepat untuk meminimalisir terjadinya komplikasi,” ujar dr. Handri.
“Beberapa orang meremehkan keluhan nyeri perut, tetapi setelah diperiksa ternyata usus buntu yang sudah pecah. Lebih baik kita waspada pada gejala-gejala awal sehingga dapat segera ditangani dengan tepat,” sambungnya.
Semoga bermanfaat. []












