Shenzhen Berjuang Menghadapi Masalah Pengangguran

- Editor

Sabtu, 16 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Shenzhen, Tiongkok. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Chenyu Guan)

Kota Shenzhen, Tiongkok. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Chenyu Guan)

Pelopor.id | Jakarta – Shenzhen saat ini sedang menghadapi tingginya angka pengangguran. Selama ini, Shenzhen dikenal sebagai pusat global dalam teknologi, penelitian, manufaktur, bisnis dan ekonomi, keuangan, pariwisata dan transportasi.

“Sebagian besar dari mereka memiliki hipotek untuk dilunasi dan sedang terburu-buru untuk mencari pekerjaan berikutnya. Seorang insinyur perangkat lunak dengan pengalaman tiga sampai lima tahun sekarang meminta sekitar 10.000 yuan hingga 15.000 yuan per bulan. Ini lebih rendah dari [tahun lalu],” kata Zeng Zhao, yang menjalankan perusahaan teknologi Shenzhen, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Meskipun ada tanda-tanda perbaikan, ekonomi Tiongkok masih merasakan sejumput tindakan ketat pengendalian virus corona, yang telah mengganggu pertumbuhan ekonomi, termasuk di Shenzhen, yang akan segera merilis data produk domestik bruto (PDB) untuk semester pertama tahun ini.

Menurut biro statistik kota, nilai total volume impor dan ekspor Shenzhen adalah sekitar 1,31 triliun yuan dalam lima bulan pertama tahun ini. Dengan ekspor naik 4,5% menjadi sekitar 740 miliar yuan, dan impor turun 7,2% menjadi sekitar 569 miliar yuan.

Daya beli kota juga semakin buruk, dengan total penjualan ritel barang konsumsi dari Januari hingga Mei tahun ini turun 2,8%, secara year-on-year (yoy).

Seperti diketahui, pada Januari dan Maret, kota itu dikunci karena wabah Covid-19, sehingga pabrik-pabrik besar, pelabuhan dan restoran harus berhenti beroperasi.

Kemudian pada akhir Juni, Shenzhen menutup pasar grosir, bioskop dan gym selama tiga hari, setelah selusin infeksi lokal dikonfirmasi di distrik pusat kota, dekat perbatasan dengan Hong Kong.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   India Mengkaji Pembatasan Ekspor Beras Pecah

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 - 14:07 WIB

Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:35 WIB

Pilates Hunter Kemang Hadirkan Paket Promo Grand Opening Mulai Rp900.000

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:37 WIB

Bank Jakarta Raih Golden Champion in Satisfaction, Loyalty, & Engagement pada 8th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:35 WIB

Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Rabu, 19 November 2025 - 16:08 WIB

UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:55 WIB

Bank Jakarta Hadir di “Pasar Malem Narasi 2025”, Dorong Transaksi Non-Tunai Lewat Cara Kreatif dan Inklusif

Berita Terbaru

Grup duo, Risty Ang dan Syafii Efendi. (Foto: Istimewa)

Musik

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:54 WIB