Krisis Dolar, Myanmar Tangguhkan Pembayaran Pinjaman Asing

- Editor

Sabtu, 16 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dolar. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/pasja1000)

Ilustrasi dolar. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/pasja1000)

Pelopor.id | Jakarta – Bank Sentral Myanmar memerintahkan perusahaan dan peminjam individu untuk menangguhkan pembayaran pinjaman luar negeri. Ini adalah langkah terbaru untuk mempertahankan cadangan devisa negara yang semakin menipis.

Dalam sebuah surat, Wakil Gubernur Win Thaw mengarahkan peminjam untuk menangguhkan pembayaran bunga dan pokok dari berbagai pinjaman luar negeri yang diperoleh baik dalam bentuk tunai maupun barang.

Arahan itu mewajibkan bank berlisensi untuk memberi tahu pelanggan bisnis mereka dengan utang luar negeri, untuk menyesuaikan jadwal pembayaran pinjaman dengan pemberi pinjaman luar negeri.

Mengutip data Bloomberg, perusahaan di Myanmar memiliki setidaknya USD 1,2 miliar pinjaman dalam mata uang dolar. Beberapa peminjam itu adalah Ooredoo Myanmar Ltd., City Square Commercial Co., Apollo Towers Myanmar Ltd. dan Irrawaddy Green Towers Ltd.

Rezim militer telah memperketat aturan valuta asing setelah mata uang Myanmar kehilangan sepertiga nilainya terhadap dolar pada tahun lalu, setelah kudeta memicu pembekuan sebagian cadangan devisa yang disimpan di Amerika Serikat (AS) dan penangguhan bantuan multilateral.

Pemerintah telah melarang impor mobil dan barang-barang mewah serta memperketat impor bahan bakar dan minyak goreng untuk menjaga cadangannya. Kemudian rezim mengizinkan penggunaan yuan dan baht untuk perdagangan di perbatasan Tiongkok dan Thailand.

Beberapa waktu lalu, bank sentral Myanmar juga mengizinkan lembaga asing untuk mendirikan lembaga keuangan non-bank yang dimiliki sepenuhnya atau masuk ke dalam usaha patungan, dalam upaya untuk meningkatkan modal asing.

Awal bulan ini, juru bicara junta Mayor Jenderal Zaw Min Tun mengatakan bahwa Myanmar harus menghabiskan sekitar USD 700 juta untuk pembayaran pinjaman dalam dan luar negeri setiap tahun.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Tak Terdampak Inflasi, Pendapatan Heineken Melampaui Perkiraan

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:29 WIB

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Senin, 13 April 2026 - 01:01 WIB

LMKN Jelaskan Polemik Royalti Dangdut, ARDI Tolak Distribusi Rp25 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 16:57 WIB

Buitenstage Vol. 5 Satukan Brokenscene, Joanna Andrea, dan RANGR

Berita Terbaru

Grup band djent metal, Bless The Knighst. (Foto: Istimewa)

Musik

Bless the Knights Rilis Single Il Grinta di Knights League

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:29 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri BUMD Leader's Forum di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:10 WIB