Mulai 2024, Pajak Karbon Singapura Naik Lima Kali Lipat

- Editor

Jumat, 18 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Singapura. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi Singapura. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

 

Pelopor.id | Pemerintah Singapura akan menaikkan pajak karbon hingga lima kali lipat dari tarif saat ini, menjadi 25 dolar Singapura per ton atau sekitar 18,60 dolar Amerika. Kenaikan tarif pajak karbon ini berlaku mulai tahun 2024 mendatang.

Keputusan ini ditempuh agar Singapura sebagai pusat penyulingan minyak dan petrokimia utama Asia, bisa memenuhi target nol emisi bersih pada atau sekitar tahun 2050.

Selain itu, mulai tahun 2024, bisnis juga akan diizinkan membeli kredit karbon internasional untuk mengimbangi hingga 5% dari emisi kena pajak mereka, seperti dikutip dari Reuters.

“Ini akan memoderasi dampak bagi perusahaan,” ujar Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong.

Wong menambahkan, Singapura akan kembali menaikkan pajak karbon menjadi 45 dolar Singapura pada tahun 2026 dan 2027. Kemudian naik lagi menjadi 50 hingga 80 dolar Singapura per ton pada tahun 2030.

Langkah ini juga diyakini akan membantu menciptakan permintaan lokal untuk kredit karbon berkualitas tinggi dan mengkatalisasi pengembangan pasar karbon yang berfungsi dengan baik.

Singapura telah memberlakukan pajak karbon sejak tahun 2019 untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan membuat perusahaan lebih kompetitif. Pajak karbon dipungut di semua fasilitas yang menghasilkan 25.000 ton atau lebih emisi gas rumah kaca dalam setahun.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Presiden Jokowi Tandatangani Perpres Flight Information Region Indonesia-Singapura

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Berita Terbaru