Bank of Korea Naikkan Suku Bunga 50 Bps untuk Lawan Inflasi

- Editor

Rabu, 13 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uang Won. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Uang Won. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Bank sentral Korea, Bank of Korea (BOK), menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin, menjadi 2,25% pada pertemuan hari ini, Rabu (13/07/2022). Langkah ini ditempuh untuk melawan tekanan inflasi akibat tingginya harga energi dan komoditas. Selain itu, perang Rusia-Ukraina juga semakin memperparah kenaikan harga.

Tak hanya itu, kenaikan suku bunga acuan ini juga diharapkan bisa membantu menahan pelemahan won lebih dalam. Sepanjang tahun ini, won tercatat sudah turun 9,4% terhadap dolar Amerika, dan menjadikannya sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di antara pasar negara berkembang.

Langkah ini juga didorong oleh bank sentral utama lainnya, termasuk Bank of Canada dan Reserve Bank of New Zealand, memberikan kenaikan suku bunga yang besar dalam beberapa pekan terakhir.

Begitu juga bank sentral Amerika, The Federal Reserve (The Fed), bulan lalu menaikkan suku bunga utamanya sebesar 75 basis poin, dan diprediksi akan melakukan langkah serupa di bulan ini.

Mengutip Reuters, kenaikan suku bunga ini menjadi yang terbesar, sejak BOK mengadopsi sistem kebijakan yang digunakan saat ini pada 1999 dan kenaikan keenam sejak Agustus 2021.

Kenaikan ini juga sesuai hasil jajak pendapat Reuters, yaitu 27 dari 32 analis memprediksi BOK akan melakukan kenaikan 0,5 poin yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sedangkan 5 analis lainnya memproyeksikan kenaikan seperempat poin.

Harga konsumen Korea Selatan, ukuran utama inflasi, melonjak 6% di bulan lalu dari tahun sebelumnya. Itu adalah inflasi paling tajam, sejak inflasi di bulan November 1998 yang mencapai 6,8%. Saat itu, Korsel berada di tengah krisis ekonomi Asia 1997-98. Untuk saat ini, pemerintah memperkirakan inflasi akan berada di bawah tekanan ke atas dan bertahan di kisaran 6%.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Industri Kripto Makin Tertekan, Bitcoin Anjlok di Bawah USD 20.000

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Berita Terbaru