Ekonom: The Fed Berisiko Mengulang Stop-and-Go 1970-an

- Editor

Selasa, 12 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi logo Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). (Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Ilustrasi logo Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). (Foto:Pelopor.id/Shutterstock)

Pelopor.id | Jakarta – Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menaikkan suku bunga pada laju tercepat sejak 1980-an. Langkah tersebut sebelumnya masih mudah karena suku bunga rendah dan ekonomi kuat. Namun, kini The Fed mulai menemukan kesulitan, mengingat inflasi terus menanjak.

Karena The Fed belum pernah menghadapi situasi seperti ini dalam beberapa dekade, akan sulit bagi sebagian besar investor dan bahkan pembuat kebijakan Fed untuk memiliki banyak kepercayaan tentang bagaimana bank sentral akan merespons.

Sejak Fed menaikkan target suku bunga sebesar 0,75 poin persentase pada bulan Juni, kenaikan terbesar dalam 28 tahun, investor telah merespon dengan cara yang mencerminkan meningkatnya kekhawatiran tentang resesi. Harga minyak dan komoditas telah anjlok. Ukuran inflasi masa depan dan imbal hasil obligasi berbasis pasar telah melandai.

Pasar berjangka kini melihat The Fed mendorong suku bunga acuannya, saat ini antara 1,5% hingga 1,75%, menjadi sekitar 3,5% pada Maret mendatang. Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga akhir tahun depan.

Ekspektasi itu bergantung pada inflasi yang turun dengan cepat. Jika The Fed melonggarkan karena kekhawatiran pertumbuhan sebelum inflasi dikalahkan, hal itu akan berisiko mengulangi pengetatan stop-and-go tahun 1970-an, yang kini dilihat oleh para ekonom sebagai kesalahan kebijakan yang mahal.

“Stop-and-go” mengacu pada bagaimana The Fed terombang-ambing antara menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi dan kemudian mundur untuk menopang pertumbuhan – tidak berhasil.

“Untuk menghindari kesalahan itu, The Fed mungkin tidak dapat memutar dan memotong suku bunga dengan cepat atau sama sekali jika resesi dimulai akhir tahun ini,” kata wakil ketua Evercore ISI Krishna Guha, dalam sebuah laporan baru-baru ini yang dikutip The Wall Street Journal.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Seorang Wanita Ditangkap karena Mencuri Perhiasan dari Peti Mati

Berita Terkait

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas
Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:31 WIB

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIB

Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:34 WIB

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:28 WIB

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

Berita Terbaru

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB