Keresahan Eropa Meningkat atas Berkurangnya Pasokan Gas Rusia

- Editor

Senin, 11 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi meteran gas. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Robert Linder)

Ilustrasi meteran gas. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/Robert Linder)

Pelopor.id | Jakarta – Perusahaan gas Rusia, Gazprom, telah memulai perawatan rutin pada pipa Nord Stream 1 selama 10 hari. Hal ini memicu kekhawatiran Jerman dan negara-negara Eropa lainnya akan pasokan gas dari Rusia.

Nord Stream 1 adalah pipa bawah laut terpanjang di dunia, berjalan di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman dan telah beroperasi selama satu dekade.

Kegiatan ini sebenarnya adalah pekerjaan tahunan, namun melihat hubungan antara Rusia dan Barat saat ini berada di titik terendah akibat invasi ke Ukraina, Gazprom mungkin mengambil kesempatan untuk menutup katup.

“Kami dihadapkan pada situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, segala sesuatu mungkin terjadi,” kata Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck kepada radio publik akhir pekan lalu.

Setidaknya satu masalah diselesaikan pada akhir pekan, ketika Kanada setuju untuk mengembalikan turbin Jerman yang diperlukan untuk memelihara pipa gas Nord Stream 1, meskipun ada keberatan dari Ukraina. Mengutip AFP, Kanselir Jerman Olaf Scholz melalui juru bicaranya, menyatakan menghormati keputusan Kanada.

Ukraina, bagaimanapun, pekan lalu menuduh Berlin telah menyerah pada “pemerasan” Rusia, setelah Moskow menyalahkan berkurangnya pasokan pada perbaikan, bukan kondisi pasar yang disebabkan oleh perang Ukraina.

Moskow telah mengurangi pasokan hingga 60 persen dalam beberapa pekan terakhir, menyalahkan tidak adanya turbin, bahkan ketika Berlin mengecam apa yang disebutnya sebagai keputusan “politik”.

Pemotongan itu berdampak pada pasokan ke sejumlah negara Uni Eropa, termasuk Polandia dan Bulgaria, yang telah berhenti sama sekali. Berlin telah menjelaskan bahwa karena alasan teknis akan sulit bagi Gazprom sepenuhnya untuk menghentikan pengiriman melalui Nord Stream. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Jerman Mendanai Pembaruan Militer untuk Hadapi Ancaman Rusia

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:18 WIB

Dihadiri Erros Candra, Pembukaan Melodia Yogyakarta Berlangsung Meriah

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:47 WIB

LUMINA, Girl Group Indonesia–Korea, Rilis Single Debut 안녕. Bintang

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:58 WIB

Java Jazz Festival 2026 Umumkan Deretan Lineup Internasional dan Nasional

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:34 WIB

4 Musisi Senior Hadir di Single Yang Masih Bisa Berdoa Milik Lindee Cremona

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:43 WIB

Donny Fattah God Bless Meninggal Dunia, Kancah Rock Indonesia Berduka

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:10 WIB

Idgitaf Berbagi Panggung dengan Teman Tuli di KLBB Festival 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 02:17 WIB

Priska Baru Segu Rayakan Usia 30 dengan Stand-Up Comedy Spesial

Berita Terbaru