Beda Gejala Batuk Akibat TBC dengan Batuk Biasa

- Editor

Senin, 11 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi orang batuk. (Foto: Pelopor.id/Freepik)

Ilustrasi orang batuk. (Foto: Pelopor.id/Freepik)

“Bila batuk yang kamu alami sudah lebih dari tiga minggu, sudah sepatutnya kamu mencurigai adanya kemungkinan TBC.”

Pelopor.id | Jakarta – Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri atau kuman. Penyakit ini, bisa dikenali dari salah satu gejalanya yang khas, yaitu batuk-batuk. Namun, batuk TBC sering dikira banyak orang sebagai batuk biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu perawatan intensif.

“Akibatnya, TBC seringkali terlambat disadari dan diobati. Karena itu, penting untuk mengetahui bedanya batuk biasa dan batuk TBC agar kamu bisa segera menyadari penyakit paru-paru ini,” cuit dr. Handri Irawan, MMRS melalui akun Twitternya @drhandri dikutip Senin, (11/07/2022).

Penyakit yang memiliki gejala khas berupa batuk kronis, adalah TBC paru. Menurut dr. Handri, untuk bisa membedakan batuk biasa dengan batuk TBC, kuncinya adalah dengan mengamati jangka waktu batuk. “Bila batuk yang kamu alami sudah lebih dari tiga minggu, sudah sepatutnya kamu mencurigai adanya kemungkinan TBC,” sebutnya.

Berikut perbedaan batuk biasa dengan batuk TBC :

Beda Penyebabnya
Umumnya, batuk biasa disebabkan oleh virus, polusi, asma, dan penyakit-penyakit lainnya. Sebagian orang yang memiliki saluran pernapasan yang sensitif akan mengalami batuk bila terpapar udara kotor. Sementara penyebab TBC adalah bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini bisa menyebar dengan mudah melalui udara. Bila kamu berada terlalu dekat dengan pengidap TBC saat ia batuk atau bersin dan menghirup udara yang telah terkontaminasi bakteri TBC, maka kamu berisiko tinggi tertular TBC.

Batuk TBC Disertai Gejala Lain
Batuk akibat TBC paru, selain bisa berlangsung lebih dari tiga minggu, di mana batuk biasanya juga disertai dahak kental dan kadang-kadang bercak darah. Selain batuk, pengidap juga bisa merasakan nyeri dada, sesak napas, demam menggigil, berkeringat secara berlebihan di malam hari, nafsu makan menurun yang mengakibatkan penurunan berat badan secara drastis. Sedangkan batuk biasa, pada umumnya bisa sembuh dalam beberapa hari tanpa harus melakukan perawatan khusus.

Baca Juga :   Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Batuk TBC Muncul Secara Bertahap
Tidak seperti batuk biasa yang tiba-tiba saja muncul dan bisa sembuh dalam beberapa hari, gejala TBC, seperti batuk parah baru akan muncul ketika kuman TBC yang ada di dalam tubuh sudah aktif. Seseorang yang terinfeksi bakteri TBC akan melewati dua tahap, yaitu tahap laten dan tahap aktif. Pada tahap laten, bakteri TBC sudah masuk ke dalam paru-paru, namun belum aktif, sehingga belum menimbulkan gejala dan tidak menular. Sedangkan pada tahap aktif, gejala baru akan muncul dan penyakit ini bisa menular. Waktu yang dibutuhkan bagi bakteri untuk berkembang dari tahap laten ke tahap aktif bisa berbeda-beda ke setiap orang, mulai dari beberapa minggu sampai beberapa tahun.

TBC Bisa Pengaruhi Organ Tubuh Lain
Bila TBC tidak segera diobati dengan baik, penyakit ini bisa berkembang dan mempengaruhi organ tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Gejala yang muncul pun akan makin bertambah kompleks. Misalnya, bila bakteri menginfeksi tulang belakang, maka bisa menimbulkan rasa nyeri di punggung. Sedangkan bila bakteri TBC menginfeksi ginjal, maka akan timbul gejala berupa urine berdarah.

Meskipun batuk kronis (batuk dalam waktu yang lama), dr. Handri menegaskan bahwa itu tidak selalu menandakan TBC paru. tetapi tetap perlu diwaspadai bila mengalaminya dan segera memeriksakan diri ke dokter. “Dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan dahak dan rontgen paru untuk memastikan diagnosis TBC. Semakin cepat TBC terdeteksi, maka pengobatan yang diberikan akan semakin efektif,” tandas dr. Handri. []

Baca Juga :   Cara Membedakan Tumor Jinak dan Tumor Ganas
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
IONATION 2025 Hadirkan Maia Estianty, Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
Hari Anak Nasional 2025: TNP Group, MUGU, dan Sahabat Anak Hadirkan Ruang Bermain Bermakna di Cijantung
Poli deCent, Langkah Strategis RS MMC Hadapi Gangguan Mental di Era Modern

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB