Cara Membedakan Tumor Jinak dan Tumor Ganas

- Editor

Jumat, 15 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tumor. (Foto: istimewa)

Ilustrasi tumor. (Foto: istimewa)

“Tumor jinak biasanya tidak akan tumbuh lagi setelah diangkat, tapi tumor ganas memiliki kemungkinan untuk kembali kambuh.”

Pelopor.id | Jakarta – Tumor ada dua jenis yakni, tumor jinak dan tumor ganas, tapi masyarakat banyak yang tidak benar-benar mengerti seperti apa perbedaannya. Sehingga, kebanyakan orang menjadi sangat panik saat mendengar istilah tumor.

Tumor sendiri, adalah satu kondisi di mana terjadi pertumbuhan sel-sel tubuh yang abnormal. Masing-masing dari sel yang menyusun jaringan tubuh manusia, mengandung gen yang berfungsi dalam mengontrol pertumbuhan, perkembangan, ataupun perbaikan yang terjadi dalam tubuh.

Selama hidup manusia, ada masanya beberapa sel harus mati, membelah diri atau berubah menjadi bentuk tertentu. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan proses itu terganggu dan memicu sel yang sudah tua tidak mati, padahal sudah waktunya.

“Sel-sel yang tidak mati tersebut pada akhirnya akan menumpuk dan bersatu dengan sel-sel baru yang akan terbentuk. Sel tersebut kemudian akan membentuk suatu masa di mana tumpukan itu yang kemudian disebut dengan tumor,” tutur dr. Handri Irawan, MMRS melalui akun Twitter pribadinya @drhandri dikutip Jumat, (15/07/2022).

Dr. Handri menegaskan, anggapan bahwa tumor sudah pasti mematikan adalah hal yang tidak sepenuhnya benar. Sebab, ada dua kategori tumor, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak adalah kumpulan sel yang tumbuh hanya di satu bagian tubuh. Selain itu, jenis tumor ini umumnya tidak menyebar atau menyerang bagian tubuh lainnya.

dr. Handri Irawan, MMRS. (Foto:Pelopor.id/Twitter@drhandri)
dr. Handri Irawan, MMRS. (Foto:Pelopor.id/Twitter@drhandri)

“Sebaliknya, tumor ganas adalah tumpukan sel yang dapat menyerang ke jaringan di sekitarnya hingga ke seluruh tubuh. Tumor ganas bisa masuk ke pembuluh darah atau ke bagian-bagian lain di tubuh manusia. Jenis tumor yang satu ini juga dikenal dengan nama kanker. Selain itu, ada perbedaan yang cukup mendasar pada dua jenis tumor ini, yaitu risiko kambuh. Tumor jinak biasanya tidak akan tumbuh lagi setelah diangkat, tapi tumor ganas memiliki kemungkinan untuk kembali kambuh.” sebut dr. Handri.

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab tumbuhnya tumor. Meski demikian, baik tumor jinak maupun tumor ganas memiliki faktor risiko yang sama. Faktor risiko adalah kebiasaan atau hal-hal yang bisa meningkatkan risiko atau kemungkinan seseorang mengalami penyakit tertentu. Lantas, apa saja faktor risiko tumor pada manusia?

1. Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok, sering dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, mulai dari kanker sel darah putih, paru, kanker mulut, pankreas, ginjal, dan kanker pada berbagai organ lain. Bahkan, kebiasaan merokok juga tercatat penyebab kematian akibat kanker.

2. Infeksi
Infeksi virus dan bakteri juga berpotensi untuk berkembang menjadi kanker. Mulai dari infeksi HPV, hepatitis B dan C, hingga helicobacter pylori yang bisa meningkatkan risiko kanker lambung.

3. Konsumsi Alkohol
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman keras alias alkohol bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker. Beberapa kanker bisa menyerang karena kebiasaan ini, mulai dari kanker mulut, kerongkongan, hingga kanker payudara.

4. Obesitas
Orang yang memiliki berat badan berlebih alias obesitas juga disebut memiliki risiko lebih tinggi terserang kanker. Ada beberapa jenis kanker yang bisa terjadi akibat obesitas, seperti kanker payudara, kanker kolorektal, rahim, ginjal, hingga pankreas.

5. Faktor Keturunan
Meski jarang, ada beberapa jenis kanker yang sifatnya keturunan alias diturunkan melalui genetik. Jenis kanker yang terjadi karena warisan genetik, di antaranya kanker payudara, kanker ovarium, rahim, prostat, dan melanoma. []

Baca Juga :   Tips Mengelola Limbah Masker Bekas Pakai Saat Isolasi
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
IONATION 2025 Hadirkan Maia Estianty, Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
Hari Anak Nasional 2025: TNP Group, MUGU, dan Sahabat Anak Hadirkan Ruang Bermain Bermakna di Cijantung
Poli deCent, Langkah Strategis RS MMC Hadapi Gangguan Mental di Era Modern

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru