Invasi Rusia Buat Negara Berkembang Terancam Gagal Bayar Utang LN

- Editor

Sabtu, 9 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dolar. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/pasja1000)

Ilustrasi dolar. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/pasja1000)

Pelopor.id | Jakarta – Perang Rusia-Ukraina membuat utang obligasi senilai hampir USD 237 miliar berisiko gagal bayar, terutama oleh negara-negara berkembang. Menurut data Bloomberg, nilai utang itu menambahkan sekitar 17% dari utang luar negeri negara berkembang senilai USD 1,4 triliun dalam mata uang dolar, euro atau yen.

Pengamat pasar berkembang melihat momen saat ini memiliki kemiripan dengan sejumlah krisis keuangan dalam beberapa dekade terakhir, yang terburuk adalah bencana utang Amerika Latin tahun 1980-an.

Saat itu, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) tiba-tiba menaikkan suku bunga dengan cepat dalam upaya meredakan inflasi, namun memicu lonjakan nilai dolar yang mempersulit negara-negara berkembang membayar obligasi asing mereka.

Dengan perang Rusia-Ukraina yang terus menekan harga komoditas, kenaikan suku bunga global dan dolar AS menegaskan kekuatannya, beban bagi sejumlah negara kemungkinan besar tidak dapat ditoleransi.

Beberapa di antara negara berkembang, seperti Sri Lanka dan Lebanon, sudah dalam keadaan default. Bahkan, ada sejumlah negara yang diprediksi menyusul Sri Lanka dan Lebanon.

Contohnya, Pakistan yang belakangan ini melanjutkan pembicaraan dengan IMF seiring menipisnya dolar untuk pembayaran utang setidaknya USD 41 miliar dalam setahun ke depan dan untuk mendanai impor. Ada juga Argentina yang inflasinya diprediksi mencapai 70% pada akhir tahun.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Dukung Ukraina, Amerika Berniat Beri Pinjaman USD 1 Miliar

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB