Perdagangan Logam Diwarnai Penurunan Tembaga, Aluminium dan Seng

- Editor

Rabu, 6 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tembaga. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/D-Vu)

Ilustrasi tembaga. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/D-Vu)

Pelopor.id | Jakarta – Tembaga memperpanjang penurunan tajam sejak pandemi pada tahun 2020, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan resesi global. Setelah penurunan 4,2% pada Selasa (05/07/2022) ke penutupan terendah dalam 19 bulan, tembaga turun lebih lanjut pada Rabu (06/07/2022) bersama dengan aluminium dan seng.

Mengutip Bloomberg, investor mengkhawatirkan berbagai ancaman terhadap permintaan, mulai dari krisis gas Eropa hingga perlambatan Amerika Serikat (AS) dan wabah baru di Tiongkok.

Putaran baru pengujian virus massal di Shanghai menggarisbawahi kekhawatiran bahwa kebijakan Covid Zero Tiongkok akan mempersulit pemulihan ekonomi negara itu. Tiongkok dipandang sebagai salah satu titik terang untuk permintaan, mengingat janji pemerintah untuk memulai kembali pertumbuhan pada semester ini.

Kuartal terakhir adalah yang terburuk untuk logam sejak krisis keuangan besar pada 2008, dan Juli tidak banyak membantu akibat kekhawatiran resesi mendominasi pasar. Peluang kontraksi ekonomi AS kini adalah 38%, menurut perkiraan terbaru dari Bloomberg Economics.

Di London Metal Exchange, tembaga tercatat melandai 1,1% menjadi USD 7.589 per ton pada pukul 11.03 pagi di Shanghai, turun di bawah level terendah intraday USD 7.597 pada Selasa. Sedangkan aluminium turun 0,9% dan seng turun 0,4%.

Aksi jual di seluruh logam juga menghantam penambang, dengan Rio Tinto Ltd kehilangan hampir 6% di Australia. BHP Group turun sekitar 5% dan penambang tembaga Oz Minerals Ltd turun sebanyak 5,6%.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pemegang Saham Minta HSBC Melepaskan Bisnis di Asia

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Selasa, 6 Januari 2026 - 03:08 WIB

Idgitaf Ungkap Kecemasan dan Harapan Lewat Single Rutinitas

Sabtu, 27 Desember 2025 - 01:23 WIB

Gerakan Warga Wargi Menanam Warnai Penjualan Tiket Synchronize Fest 2026

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:24 WIB

Eksplorasi Musik Tanpa Batas ala Patrick Lesmana dalam EP Yabai

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB