Perintah Penutupan Rappler Keluar Sehari Sebelum Duterte Lengser

- Editor

Kamis, 30 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rappler. (Foto: Pelopor.id/Twitter @rapplerdotcom)

Rappler. (Foto: Pelopor.id/Twitter @rapplerdotcom)

Jakarta | Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina atau Philippine Securities and Exchange Commission (SEC) pada Rabu memerintahkan penutupan Rappler, situs berita Filipina yang didirikan bersama oleh pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Maria Ressa.

Perintah itu keluar sehari sebelum Presiden Rodrigo Duterte, musuh bebuyutannya, melepas jabatannya sebagai presiden Filipina.

Ressa telah menjadi kritikus vokal Duterte dan perang narkoba mematikan yang diluncurkan Duterte pada 2016, memicu apa yang disebut pendukung media sebagai serangkaian tuduhan kriminal, penyelidikan dan serangan online terhadap dia dan Rappler.

Rappler mengatakan keputusan itu secara efektif mengkonfirmasi penutupan perusahaan dan bersumpah untuk mengajukan banding, menggambarkan prosesnya sebagai sangat tidak teratur.

“Kami telah mendiskusikan semua kemungkinan skenario dengan Rapplers (staf) sejak SEC mengeluarkan perintah pertamanya pada 2018,” kata editor eksekutif dan salah satu pendiri Rappler Glenda Gloria, seperti dikutip dari AFP.

Rappler harus berjuang untuk bertahan hidup ketika pemerintah Duterte menuduhnya melanggar larangan konstitusional atas kepemilikan asing dalam mengamankan pendanaan, serta penghindaran pajak.

Rappler juga telah dituduh melakukan pencemaran nama baik dunia maya, undang-undang pidana baru yang diperkenalkan pada 2012, tahun yang sama ketika situs berita itu didirikan.

Ressa, yang berasal dari Amerika Serikat (AS), dan jurnalis Rusia Dmitry Muratov dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada Oktober atas upaya mereka untuk menjaga kebebasan berekspresi.

Ressa berjuang setidaknya dalam tujuh kasus pengadilan, termasuk banding terhadap keyakinan dalam kasus pencemaran nama baik dunia maya, di mana dia dengan jaminan dan menghadapi enam tahun penjara.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Presiden Terpilih Filipina Bahas Kesepakatan Pertahanan dengan Utusan AS

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB