Seluruh Produk Vaping Juul Labs Dikeluarkan dari Pasar AS

- Editor

Jumat, 24 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi produk vape. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/haiberliu)

Ilustrasi produk vape. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/haiberliu)

Jakarta | Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau The US Food and Drug Administration (FDA) memerintahkan seluruh produk vaping buatan Juul Labs untuk keluar dari pasar, setelah menemukan perusahaan itu gagal mengatasi masalah keamanan tertentu.

Setelah menyelesaikan tinjauan dua tahun dari aplikasi pemasaran perusahaan, FDA menemukan data yang disajikan kurang cukup bukti mengenai profil toksikologi produk.

“Secara khusus, beberapa temuan studi perusahaan menimbulkan kekhawatiran karena data yang tidak mencukupi dan saling bertentangan, termasuk mengenai genotoksisitas dan bahan kimia berbahaya yang berpotensi keluar dari pod e-liquid milik perusahaan,” kata Komisaris FDA Robert Califf dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari AFP.

Keputusan itu pun membuka jalan bagi merek pesaing untuk meningkatkan pangsa pasar mereka, yang sebelumnya pernah dikuasai Juul.

“Tindakan hari ini merupakan kemajuan lebih lanjut dari komitmen FDA untuk memastikan bahwa semua produk sistem pengiriman e-rokok dan nikotin elektronik yang saat ini dipasarkan ke konsumen memenuhi standar kesehatan masyarakat kami,” tegasnya.

Sebelumnya, Juul disalahkan atas lonjakan vaping kaum muda atas pemasaran rokok elektrik rasa buah dan permen, yang berhenti dijual pada 2019.

Pada Januari 2020, FDA mengatakan penjualan rokok elektrik dengan rasa selain tembakau atau mentol akan ilegal, kecuali diizinkan secara khusus oleh pemerintah.

Juul sendiri berpendapat bahwa produk vaping dapat memberikan solusi terhadap dampak kesehatan yang merugikan dari rokok konvensional.

“Produk Juul hanya ada untuk mengalihkan perokok dewasa dari rokok yang mudah terbakar,” kata Chief Executive Officer (CEO) Juul K.C. Crosthwaite di situs web perusahaan.

Pada Selasa, pemerintah AS mengumumkan akan mengembangkan kebijakan baru yang mengharuskan produsen rokok mengurangi nikotin ke tingkat yang tidak membuat ketagihan.

Baca Juga :   Malaysia Evakuasi 22 Ribu Warganya yang Kebanjiran

Inisiatif ini mengharuskan FDA untuk mengembangkan dan kemudian menerbitkan aturan, yang kemungkinan akan ditentang oleh industri.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:08 WIB

Perpaduan Etnik, Folk, dan Elektronik, Album Jejak Milik MIRZATAMI Resmi Dirilis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Berita Terbaru

ILustrasi Sepak Bola. (Foto: Istimewa)

Internasional

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:33 WIB