Inflasi Inggris Capai 9,1% Level Tertingginya Dalam 40 Tahun

- Editor

Kamis, 23 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bendera Inggris. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Nerivil)

Ilustrasi Bendera Inggris. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Nerivil)

Jakarta | Kantor Statistik Nasional Inggris atau Office for National Statistics (ONS) menyebutkan, inflasi tahunan Inggris telah mencapai 9,1%, level tertingginya dalam 40 tahun terakhir. Hal ini semakin mengikis upah pekerja dan menekan Bank of England untuk terus menaikkan suku bunga.

Inflasi Inggris diatur ke atas 11% sebelum akhir tahun menurut Bank of England, didorong oleh melonjaknya harga energi yang telah meningkatkan prospek resesi global.

“Inflasi Inggris meningkat pada Mei karena kenaikan harga pangan yang terus berlanjut dan rekor harga bensin yang tinggi”, kata kepala ekonom ONS Grant Fitzner seperti dilansir dari AFP.

Menurutnya, hal ini diimbangi oleh kenaikan biaya pakaian kurang dari setahun sebelumnya dan penurunan harga game komputer. Inflasi yang tinggi selama beberapa dekade menyebabkan krisis biaya hidup.

Melonjaknya harga yang kemudian mengikis nilai upah berujung pada aksi mogok pekerja kereta api Inggris pekan ini, dan menjadi aksi mogok terbesar di sektor tersebut dalam lebih dari 30 tahun.

“Peningkatan lebih lanjut dalam inflasi Indeks Harga Konsumen menjadi 9,1% menggarisbawahi tekanan berat yang dialami bisnis dan rumah tangga,” kata kepala penelitian di Kamar Dagang Inggris David Bharier.

Bharier menilai, lonjakan inflasi ini berada di samping prospek ekonomi yang buruk dan kecuali pemerintah bertindak dengan urgensi untuk mendorong bisnis berinvestasi, kemungkinan resesi hanya akan meningkat.

Tak hanya Inggris, negara-negara di seluruh dunia sedang dilanda inflasi yang melonjak akibat perang Rusia-Ukraina dan pelonggaran pembatasan Covid yang memicu kenaikan harga energi dan pangan.

Hal itu memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga, mempertaruhkan prospek resesi karena biaya pinjaman yang lebih tinggi memukul investasi dan konsumen. Bank of England sendiri telah menaikkan suku bunga utamanya sebanyak lima kali sejak Desember.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Delapan Kandidat Bersaing Gantikan PM Inggris Boris Johnson

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 05:02 WIB

Rafael Tan Rilis Ulang Lagu Hits Indie, Aku Sayang Kamu

Jumat, 6 Februari 2026 - 04:02 WIB

Risty Ang Kolaborasi Bareng Giant Jay di Lagu Ramadan Hidup Tanpa Kata

Jumat, 6 Februari 2026 - 03:33 WIB

Ribuan Penonton Jakarta Terpukau Aksi Panggung Bryan Adams di Jakarta

Jumat, 6 Februari 2026 - 03:00 WIB

Daisy Hera Buka Panggung Main-Main di Cipete Vol 41 dengan Single Bayangmu

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:30 WIB

Kopikina Cikini Jadi Saksi Kelahiran Karya Baru Sisitipsi

Jumat, 30 Januari 2026 - 01:47 WIB

Rakit Creative Perkuat Komunitas Musik dengan Santai Sore

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:27 WIB

Lindee Cremona Ungkap Doa Tulus untuk Ayah di Single Senyum Papa

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:21 WIB

Joy Monkey Guncang Casatopia Cafe di Main-Main di Cipete Vol 40

Berita Terbaru

Penyanyi solo, Rafael Tan. (Foto: Istimewa)

Musik

Rafael Tan Rilis Ulang Lagu Hits Indie, Aku Sayang Kamu

Jumat, 6 Feb 2026 - 05:02 WIB

Aksi grup band Sisitipsi di gelaran South Side Vol. 6 di Kopikina Cikini. (Foto: Istimewa)

Musik

Kopikina Cikini Jadi Saksi Kelahiran Karya Baru Sisitipsi

Minggu, 1 Feb 2026 - 20:30 WIB