Jakarta | Ketika Eropa berusaha beralih dari bahan bakar fosil, Spanyol makin gencar mengembangkan hidrogen hijau, dibantu oleh kompleks tenaga angin dan surya yang berkembang dalam upaya mengurangi karbon dari ekonominya.
Perusahaan konsultan Wood Mackenzie menyebutkan, Spanyol menyumbang 20 persen dari proyek hidrogen hijau dunia pada kuartal pertama, kedua setelah Amerika Serikat (AS), rumah bagi lebih dari setengahnya.
“Banyak negara tertarik pada hidrogen hijau, tetapi di Spanyol sektor ini telah berakselerasi dengan cepat dalam beberapa bulan terakhir,” kata profesor di Comillas Pontifical University di Madrid Rafael Cossent, seperti dilansir dari AFP.
Sektor ini masih dalam masa pertumbuhan, namun perang Rusia-Ukraina telah mendorong Uni Eropa (UE) untuk menggandakan target produksinya pada tahun 2030 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungannya pada pasokan energi Rusia.
“Spanyol telah menjadi negara yang sangat menarik untuk hidrogen hijau,” kata kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen selama kunjungan ke negara itu pada bulan Mei.
Hidrogen hijau diproduksi dengan melewatkan arus listrik melalui air untuk memisahkannya antara hidrogen dan oksigen, sebuah proses yang disebut elektrolisis. Dianggap hijau lantaran listriknya berasal dari sumber energi terbarukan yang tidak menghasilkan emisi berbahaya.
Dan sementara bahan bakar fosil memancarkan gas rumah kaca yang berbahaya ketika dibakar, hidrogen hanya mengeluarkan uap air yang tidak berbahaya. Teknologi ini merupakan bagian dari upaya UE menjadi netral iklim pada tahun 2050.[]












