Metaverse Memiliki Cara Baru Memikat Perusahaan Besar

- Editor

Rabu, 22 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi NFT. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi NFT. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Sejumlah perusahaan besar di dunia mulai mendirikan toko di metaverse, membuat sketsa cetak biru atau blueprint awal tentang bagaimana orang pada akhirnya dapat menghasilkan uang nyata di dunia digital yang banyak digembar-gemborkan.

Untuk merek fesyen, pembuat mainan, dan lainnya, dunia online tempat pengguna berinteraksi dalam kedok digital avatar mereka, tidak berbeda dengan film Ready Player One atau game online Second Life, muncul sebagai batas baru untuk perdagangan.

Perusahaan membuat versi produk mereka yang hanya ada di layar, dengan kepemilikan yang didukung oleh tindakan digital yang dikenal sebagai token yang tidak dapat dipertukarkan, atau non fungible token (NFT).

Mereka juga mengambil real estate virtual. Lebih dari 70% “tanah” di satu dunia online yang disebut “Kotak Pasir” atau “The Sandbox” telah dibeli, sebagian besar oleh bisnis seperti Binance, pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia, dan pembuat videogame Atari.

Meskipun perusahaan-perusahaan mulai melakukan transaksi bisnis di metaverse, untuk saat ini sebagian besar aktivitas di sana difokuskan pada pemasaran untuk menghasilkan penjualan di dunia nyata. Contohnya, musisi melakukan konser di panggung virtual untuk mempromosikan album mereka.

Beberapa dari upaya pemasaran tersebut datang dengan peluang menghasilkan uang bagi perusahaan juga. Salah satunya peritel pakaian Amerika, Gap Inc., yang pada Januari lalu mulai menjual hoodies digital, dalam bentuk NFT, sebuah ujian awal tentang seperti apa berbisnis di metaverse bagi perusahaan.

Melansir Wall Street Journal, Hoodie NFT adalah sesuatu yang bisa dikenakan avatar pembeli suatu hari nanti, ketika dia menjelajahi berbagai sudut metaverse.

Namun, untuk saat ini, NFT Gap tidak menawarkan opsi seperti itu, yang akan mengharuskan perusahaan untuk mengembangkan ranah virtualnya sendiri atau menemukan cara untuk membuat NFTnya kompatibel dengan ranah yang ada.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Kembangkan Metaverse, Microsoft Beli Activision Blizzard Rp 982 Triliun

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Berita Terbaru