AS Bakal Kurangi Kandungan Nikotin Dalam Rokok

- Editor

Rabu, 22 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rokok. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi rokok. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengumumkan kebijakan baru yang mengharuskan produsen rokok untuk mengurangi nikotin ke tingkat yang tidak membuat ketagihan.

Nikotin adalah bahan kimia “merasa baik” yang mengaitkan jutaan orang dengan produk tembakau. Ribuan bahan kimia lain yang terkandung dalam tembakau dan asapnya bertanggung jawab atas penyakit seperti kanker, penyakit jantung, stroke, penyakit paru-paru, diabetes dan lainnya.

Keputusan tersebut akan menjadi pukulan kuat bagi industri tembakau AS. Namun jika berhasil, kebijakan tersebut dapat menyelamatkan jutaan nyawa pada akhir abad ini, dan membentuk masa depan di mana rokok tidak lagi bertanggung jawab atas kecanduan dan penyakit yang melemahkan.

Kebijakan ini akan membutuhkan Food and Drug Administration untuk mengembangkan dan kemudian menerbitkan aturan, yang diprediksi akan ditentang oleh industri. Seluruh upaya ini diperkirakan memakan waktu beberapa tahun dan dapat ditunda atau digagalkan oleh proses pengadilan, atau dibatalkan oleh pemerintahan masa depan yang tidak simpatik terhadap tujuannya.

Meskipun merokok kurang lazim di AS daripada Eropa dan telah menurun selama bertahun-tahun, data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan rokok masih bertanggung jawab atas 480.000 kematian per tahun di AS.

Mengutip AFP, Presiden AS Joe Biden telah menjadikan “cancer moonshot” sebagai inti dari agendanya dan kebijakan pengurangan nikotin akan sesuai dengan tujuannya, dengan biaya minimal.

Menurut CDC, total biaya ekonomi dari merokok lebih dari USD 300 miliar per tahun, termasuk lebih dari USD 225 miliar dalam perawatan medis langsung untuk orang dewasa, dan lebih dari USD 156 miliar dalam kehilangan produktivitas akibat kematian dini dan paparan asap rokok.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Dokter AS Terlibat dalam Ketidakpastian Hukum Atas Aborsi

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 01:44 WIB

Slank, RAN, dan Ziva Magnolya Satu Poster dengan Jon Batiste di Java Jazz Festival 2026

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:23 WIB

Grup Band Reborn Rilis Single Perdana Bertajuk Father

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:05 WIB

Sayap Lepas Hadirkan Single Cinta & Janji untuk Pendengar Asia Tenggara

Rabu, 11 Februari 2026 - 04:19 WIB

Man Sinner Hadirkan Versi Audio Digital Lagu Bumi Menangis (Unplugged)

Jumat, 6 Februari 2026 - 05:02 WIB

Rafael Tan Rilis Ulang Lagu Hits Indie, Aku Sayang Kamu

Jumat, 6 Februari 2026 - 04:02 WIB

Risty Ang Kolaborasi Bareng Giant Jay di Lagu Ramadan Hidup Tanpa Kata

Jumat, 6 Februari 2026 - 03:33 WIB

Ribuan Penonton Jakarta Terpukau Aksi Panggung Bryan Adams di Jakarta

Berita Terbaru

Suasana konser Dream Theater di Jakarta. (Foto: Rajawali Indonesia)

Musik

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Kamis, 12 Feb 2026 - 00:36 WIB

Musik

Grup Band Reborn Rilis Single Perdana Bertajuk Father

Rabu, 11 Feb 2026 - 07:23 WIB