Singapura Desak Lansia Dapatkan Vaksin Booster

- Editor

Selasa, 21 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi vaksin. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Alexandra_Koch)

Ilustrasi vaksin. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Alexandra_Koch)

Jakarta | Singapura memperkirakan gelombang baru kasus Covid-19 akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan. Terkait hal itu, pemerintah Singapura kembali menegaskan agar para lansia mendapatkan suntikan vaksin booster untuk menghindari risiko penyakit serius.

Saat ini, ada sekitar 80.000 orang berusia 60 tahun ke atas di Singapura yang belum mendapatkan vaksin booster.

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan dalam sebuah video yang diunggah di Facebook, bahwa suntikan vaksin ketiga secara drastis mengurangi kemungkinan membutuhkan perawatan intensif atau kematian di kalangan manula.

“Kamu harus mengambil boostermu. Jadi jangan tunda lagi,” kata Ong seperti dikutip dari Bloomberg.

Berdasarkan data di situs web Kementerian Kesehatan Singapura, tingkat pertumbuhan infeksi minggu-ke-minggu di Singapura, ukuran untuk melacak penyebaran komunitas Covid-19, tetap di atas 1 sejak 14 Juni.

Namun, sebanyak 99,7% kasus memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, yang memungkinkan pemerintah untuk terus melonggarkan pembatasan.

Sebelumnya, negara kota ini telah membanggakan pencapaiannya sebagai salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, dengan 92% dari 5,5 juta penduduknya diinokulasi melawan Covid-19, sementara 77% telah menerima vaksin booster.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Covid-19 Picu Penurunan Aktivitas Pabrik di Tiongkok

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:00 WIB

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence

Jumat, 10 Mei 2024 - 19:58 WIB

Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang

Minggu, 28 April 2024 - 13:46 WIB

Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic

Minggu, 4 Juni 2023 - 18:03 WIB

Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal

Senin, 15 Mei 2023 - 17:28 WIB

Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang

Selasa, 14 Februari 2023 - 21:05 WIB

Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Sabtu, 31 Desember 2022 - 13:42 WIB

Tesla Babak Belur di Wall Street

Senin, 26 Desember 2022 - 11:29 WIB

Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terbaru