Jakarta | Sara Duterte-Carpio, putri mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dilantik sebagai wakil presiden ke-15 Filipina pada Minggu. Dalam pidato pelantikkannya, dia menyerukan persatuan nasional, mengingat negara itu baru saja melalui kampanye pemilihan yang memecah belah.
“Hari-hari ke depan mungkin penuh tantangan yang menyerukan kita untuk lebih bersatu sebagai bangsa,” katanya seperti dilansir dari Reuters.
Duterte-Carpio adalah pasangan dari Ferdinand Marcos Jr., yang memenangkan pemilihan 9 Mei dan akan dilantik sebagai presiden Filipina pada 30 Juni, ketika masa jabatan enam tahun mereka dimulai.
Marcos, putra dan senama diktator yang digulingkan dari kekuasaan dalam pemberontakan 1986, juga ambil bagian dalam upacara pelantikan yang dihadiri oleh kerabat, sekutu dan pendukung Duterte-Carpio.
Marcos dan Duterte-Carpio meraih kemenangan telak, dengan margin luar biasa yang tidak terlihat dalam beberapa dekade, membentuk aliansi penting dan menjalankan pesan persatuan yang juga membantu banyak sekutu memenangkan kursi di posisi legislatif dan pemerintah daerah.
Seperti ayahnya, Duterte-Carpio dilatih sebagai pengacara sebelum memasuki politik pada 2007 ketika dia terpilih sebagai wakil wali kota ayahnya di Davao, yang juga merupakan kampung halamannya.
Awalnya, Duterte-Carpio ingin menjadi dokter namun ternyata malah mengejar karir politiknya dan pada 2010 menggantikan ayahnya sebagai wali kota wanita pertama di Davao.[]












