Jakarta | Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi pada Jumat (17/06/2022) mengatakan akan mengadakan pertemuan para menteri pertahanan dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau the Association of Southeast Asian Nations (Asean) pada pekan depan di Kamboja.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengawasi secara dekat peningkatan ketegasan maritim Tiongkok di wilayah tersebut.
“Ini adalah kesempatan yang berarti untuk bertukar pandangan tentang masalah keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Saya berharap dapat mempromosikan saling pengertian dan kepercayaan,” kata Kishi yang dikutip dari Kyodo News, Jumat.
Dia menambahkan bahwa Jepang bermaksud untuk mempertahankan dan memperkuat wilayah Indo-Pasifik.
Menurut Kementerian Pertahanan, pertemuan yang dijadwalkan berlangsung dari Selasa hingga Rabu itu, akan menjadi pertemuan langsung pertama antara menteri pertahanan Jepang dan Asean sejak November 2019.
Jepang telah berusaha meningkatkan hubungan dengan anggota Asean di bidang pertahanan lantaran mereka berada di wilayah strategis penting yang menguasai jalur laut utama, termasuk Laut Tiongkok Selatan. Beberapa anggota memiliki sengketa wilayah dengan Tiongkok di laut.
Kishi mengatakan dia juga akan mengadakan pertemuan terpisah dengan rekan-rekannya, termasuk Kamboja, Indonesia, Brunei dan Vietnam. Adapun kelompok regional 10 anggota juga termasuk Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand dan Filipina.[]












