PM Australia Sindir Keputusan KFC Atasi Masalah Selada

- Editor

Kamis, 9 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi restoran KFC. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi restoran KFC. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Harga selada telah melonjak hingga 300% di sejumlah kota di Australia akibat banjir yang menghancurkan lahan pertanian baru-baru, ini dan juga harga bahan bakar global yang melonjak signifikan.

Melansir AFP, satu bongkah selada gunung es atau iceberg lettuce yang biasanya dijual dengan harga sekitar $2, kini dijual hampir $8 di Sydney dan Melbourne.

Hal itu membuat jaringan restoran KFC di Australia mengambil keputusan mengurangi selada dan mencampurnya dengan kubis dalam produk Zinger Burgers mereka, dengan pembagian 50-50 selada-kubis.

“Karena banjir yang terjadi baru-baru ini di NSW (New South Wales) dan QLD (Queensland), kami saat ini mengalami kekurangan selada. Jadi, kami menggunakan campuran selada dan kubis pada semua produk yang terdapat selada di dalamnya sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tulis KFC Australia di situs webnya.

Ini adalah kejadian kedua kalinya KFC Australia dilanda kekurangan bahan makanan, setelah pada Januari harus memodifikasi menu akibat kelangkaan ayam. Pasalnya, Ingham’s yang merupakan pemasok ayam terbesar di Australia, saat itu tengah mengalami kekurangan staf akibat masifnya penyebaran Covid-19 varian Omicron di seluruh negara bagian Australia timur.

Menanggapi keputusan KFC mencampur selada dengan kubis, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menjulukinya sebagai keputusan “gila” dan menyindir situasinya telah menjadi “krisis” nasional.

Albanese bahkan membuat lelucon dengan mengatakan akan berkumpul dengan pejabat tinggi pada Kamis (09/06/2022) untuk membahas melonjaknya biaya selada dan keputusan KFC.

“Kubis tidak sama dengan selada. Itu salah. Aku akan memasukkannya ke dalam daftar rapat Kabinet hari ini. Cabbage-gate,” kata Albanese kepada radio KIIS FM Sydney.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   CEO Jouska Aakar Abyasa Segera Diadili Terkait Kasus Penipuan

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB