McDonald’s Lakukan Audit Hak Sipil Keragaman dan Kesetaraan

- Editor

Sabtu, 4 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

McDonald's, (Foto:Pelopor.id/Pixabay/KelvinStuttard )

McDonald's, (Foto:Pelopor.id/Pixabay/KelvinStuttard )

Jakarta | Jaringan restoran Amerika Serikat (AS) McDonald’s Corp meminta pihak ketiga untuk menilai upayanya dalam keragaman, kesetaraan dan inklusi, setelah investor meminta perusahaan melakukan audit hak-hak sipil.

Proposal pemegang saham yang diajukan oleh firma penasihat dana pensiun tenaga kerja SOC Investment Group telah meminta McDonald’s untuk menganalisis dampak kebijakan perusahaan terhadap hak-hak sipil di seluruh operasi rantai.

Usulan itu datang ketika McDonald’s telah menghadapi kritik atas penanganannya terhadap masalah rasial, dan karena investor telah menekan perusahaan besar lainnya untuk menilai catatan mereka tentang ras dan hal-hal terkait.

McDonald’s menyebutkan bahwa sekitar 274 juta lembar saham biasa perusahaan dipilih untuk mendukung audit yang diusulkan, berdasarkan penghitungan awal setelah rapat pemegang saham tahunan perusahaan pekan lalu.

Sekitar 217 juta saham memberikan suara menentang proposal tersebut, dengan sekitar enam juta abstain. Bloomberg pertama kali melaporkan penghitungan suara awal.

McDonald’s mengatakan bahwa keragaman dan inklusi adalah inti dari nilai-nilai perusahaan, dan pihaknya berkomitmen menyediakan peluang bagi karyawan, pemegang waralaba, dan pemasok.

“Meskipun kami bangga dengan kemajuan kami, upaya kami terus berlanjut, dan kami akan terus fokus pada tindakan yang memiliki dampak berarti,” kata perusahaan itu seperti dikutip dari The Wall Street Journal.

Audit hak-hak sipil mengevaluasi kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan ras, orientasi seksual, jenis kelamin dan karakteristik lainnya.

McDonald’s telah mengatakan dalam pengajuan terpisah sebelum pemungutan suara bahwa audit semacam itu tidak akan memberikan manfaat bagi pemegang saham, karena perusahaan telah berkomitmen pada standar perilaku baru di seluruh operasinya.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Biden Incar Konglomerat AS, Usulkan Pajak Minimum 20%

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:00 WIB

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence

Jumat, 10 Mei 2024 - 19:58 WIB

Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang

Minggu, 28 April 2024 - 13:46 WIB

Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic

Minggu, 4 Juni 2023 - 18:03 WIB

Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal

Senin, 15 Mei 2023 - 17:28 WIB

Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang

Selasa, 14 Februari 2023 - 21:05 WIB

Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Sabtu, 31 Desember 2022 - 13:42 WIB

Tesla Babak Belur di Wall Street

Senin, 26 Desember 2022 - 11:29 WIB

Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terbaru