Google Didesak Hentikan Pelacakan Lokasi Demi Melindungi Privasi Pencari Aborsi

- Editor

Rabu, 25 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Google. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi Google. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Sekelompok anggota parlemen Demokrat Amerika Serikat (AS) mendesak Google untuk berhenti mengumpulkan data lokasi smartphone yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi wanita yang telah melakukan aborsi.

Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Mahkamah Agung AS sedang mempertimbangkan untuk membatalkan Roe v. Wade, sebuah keputusan penting tahun 1973 yang menjamin akses aborsi secara nasional.

Senator Elizabeth Warren dan Bernie Sanders bersama dengan anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez, termasuk di antara lebih dari 40 anggota parlemen yang menandatangani surat kepada kepala eksekutif Google Sundar Pichai.

“Kami prihatin bahwa, di dunia di mana aborsi dapat dibuat ilegal, praktik Google saat ini mengumpulkan dan menyimpan catatan ekstensif data lokasi ponsel akan memungkinkannya menjadi alat bagi ekstremis sayap kanan yang ingin menindak orang yang mencari perawatan kesehatan reproduksi,” tulis surat itu yang dipublikasikan secara online.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika mendukung sejumlah bentuk akses ke aborsi.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, negara bagian yang dikuasai Partai Republik telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi hak aborsi, dengan beberapa mencari larangan langsung dari prosedur tanpa pengecualian, dan membatalkan Roe akan memberi mereka kebebasan yang lebih besar untuk memberlakukan kebijakan mereka.

“Jika keputusan ini menjadi final, konsekuensinya akan mengerikan,” kata anggota parlemen seperti dikutip dari AFP.

Dalam surat itu disebutkan bahwa Google secara rutin menerima perintah pengadilan yang memaksanya menyerahkan informasi lokasi pengguna, termasuk perintah geofence, yang menuntut data tentang semua orang yang berada di dekat tempat tertentu pada waktu tertentu.

“Satu-satunya cara untuk melindungi data lokasi pelanggan Anda dari pengawasan pemerintah yang keterlaluan adalah dengan tidak menyimpannya di tempat pertama,” kata surat itu.

Baca Juga :   Tiongkok Melonggarkan Aturan Masuk Bagi Warga AS

Kelompok hak-hak digital nirlaba Fight For The Future menggemakan permohonan legislator dalam petisi online yang menuntut agar Google menyingkirkan penimbunan data lokasinya yang dapat dipersenjatai terhadap pasien dan dokter aborsi.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas
Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:31 WIB

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIB

Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:34 WIB

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:28 WIB

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

Berita Terbaru

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB