Jakarta | Pemasok suku cadang mobil American Axle & Manufacturing Holdings Inc., yang memiliki valuasi senilai USD 773 juta, saat ini tengah menjajaki pembeli potensial. Mereka juga telah menyewa penasihat untuk membantu proses penjualan saham tersebut.
Tahun ini, saham American Axle & Manufacturing Holdings telah merosot hingga 28%, melampaui penurunan indeks S&P 500 yang sebesar 18%.
American Axle & Manufacturing telah menjadi pemasok utama komponen as dan drivetrain untuk produsen mobil. Namun, mereka menghadapi tantangan cukup berat lantaran pelanggan utamanya, seperti Ford Motor Co. dan General Motors Co., telah beralih ke berbagai jenis komponen drivetrain.
“American Axle belum dapat membangun hubungan kunci dalam kendaraan listrik seperti yang terjadi dengan GM dan platform Ram HD Stellantis NV,” ujar analis Credit Suisse Dan Levy, seperti dilansir dari Bloomberg.
Per Maret lalu, perusahaan yang berbasis di Detroit ini tercatat memiliki utang bersih senilai USD 2,67 miliar atau sekitar 3,6 kali pendapatan, yang bisa menjadi rintangan untuk penjualan saham.
Namun, Levy memproyeksikan perusahaan tersebut akan memotong rasio itu dengan menghasilkan uang tunai senilai USD 400 juta pada tahun 2023.[]












