Jakarta | Raksasa streaming film Netflix melakukan efisiensi dengan memotong pengeluaran untuk kontraktor dan juga memberhentikan 150 karyawan, sebagian besar di Amerika Serikat (AS).
Keputusan itu dilakukan Netflix salah satunya akibat berkurangnya jumlah pelanggan. NDTV melaporkan, Netflix mengakhiri kuartal pertama tahun ini dengan 221,6 juta pelanggan, menurun sekitar 200.000 pelanggan dari kuartal terakhir tahun lalu.
Hal itu antara lain dipicu oleh penangguhan layanan Netflix di Rusia setelah negara itu menginvasi Ukraina.
Tak hanya itu, Netflix juga menduga faktor penghambat lainnya adalah pelanggan yang berbagi akun dengan orang-orang yang tidak tinggal serumah.
Menurut Netflix, meski memiliki hampir 222 juta pelanggan berbayar, akun dibagikan dengan lebih dari 100 juta rumah tangga lain yang tidak membayar biaya berlangganan. Kini, Netflix sedang berusaha mencari cara untuk menarik biaya dari orang-orang yang berbagi akun tapi tak serumah.
Ditambah lagi dengan ketatnya persaingan dari layanan serupa, seperti Disney Hotstar, HBO Go, Hulu, Prime Video dan Apple TV+.
“Perubahan ini terutama didorong oleh kebutuhan bisnis daripada kinerja individu, yang membuatnya sangat sulit,” kata juru bicara seperti dilansir NDTV.
Perusahaan yang berbasis di California itu juga memperbarui memo untuk karyawannya bulan ini. Dalam memo itu, Netflix memperingatkan bahwa layanan streaming mungkin bukan tempat terbaik bagi mereka yang tidak dapat mengerjakan konten yang tidak mereka setujui.[]












