Jakarta | Goldman Sachs Group Inc. mengatakan kepada jajaran karyawan senior bahwa hari libur mereka tidak akan dibatasi. Setelah beroperasi selama 153 tahun, salah satu firma Wall Street ini sangat identik dengan jam kerja yang panjang dan budaya kerja keras.
Sebelumnya, survei dari penasihat tunjangan karyawan Mercer menunjukkan bahwa waktu istirahat tanpa batas telah diadopsi secara lebih luas di pasar tenaga kerja yang ketat, setelah hanya diperuntukkan bagi segelintir perusahaan teknologi, seperti Netflix Inc. dan Twitter Inc.
Perusahaan yang telah mengadopsi kebijakan itu mengatakan manfaat tersebut dapat meminimalkan kejenuhan dan menanamkan rasa percaya di antara para pekerja.
Terkait hal itu, Goldman mengatakan, mitra dan direktur pelaksana tidak akan lagi memiliki jumlah hari libur yang ditetapkan mulai bulan ini. Mengutip The Wall Street Journal, Goldman juga mengharapkan seluruh karyawan untuk mengambil cuti kerja minimal tiga minggu setiap tahun.
Goldman memiliki sekitar 400 mitra dan ribuan direktur pelaksana, dengan total lebih dari 45.000 karyawan.
Bagi Goldman, keputusan ini menandai langkah terbaru dari serangkaian langkah yang telah dibuatnya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan perbankan, perdagangan dan transaksi sejak 2020.
Goldman adalah salah satu bank yang lebih agresif untuk kembali bekerja secara langsung dan sebagian besar memiliki kantor penuh pada bulan Januari. Perusahaan seperti Goldman telah berlomba membawa pekerja kembali ke kantor dan mempekerjakan yang baru untuk mengikuti arus transaksi dan pasar yang hiruk pikuk.
Pada November, Goldman telah mengumumkan cuti berbayar untuk keguguran, perluasan jumlah waktu yang dapat diambil karyawan untuk cuti berkabung, dan pengenalan cuti panjang yang tidak dibayar untuk karyawan lama.
Perusahaan mengatakan keputusannya dirancang untuk lebih mendukung istirahat dan memulihkan tenaga bagi para pekerja.
“Sebagai sebuah perusahaan, kami berkomitmen untuk memberikan manfaat dan penawaran yang berbeda kepada karyawan kami untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan,” kata Goldman dalam email yang mengumumkan kebijakan waktu istirahat baru, yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News.[]












