Jakarta | Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanawisit akan memimpin pertemuan selama empat hari Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang digelar di Bangkok, mulai dari Kamis sampai Minggu.
Pertemuan Menteri APEC yang Bertanggung Jawab untuk Perdagangan atau the Apec Ministers Responsible for Trade Meeting 2022 dihadiri oleh 21 anggota bidang ekonomi. Sesi ini merupakan bagian integral dari KTT APEC yang akan diadakan pada bulan November.
Jurin mengatakan, agenda pertemuan akan fokus pada rencana untuk mentransisikan APEC menjadi apa yang disebut Area Perdagangan Bebas Asia-Pasifik atau Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP) pada 2040. Jika berhasil, FTAAP akan muncul sebagai kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia.
“FTAAP mencakup wilayah yang menjadi rumah bagi 2,9 miliar orang, terhitung 38% dari populasi global. Produk domestik bruto gabungan bernilai USD 52 triliun, yang setara dengan 62% dari PDB dunia,” kata Jurin seperti dikutip dari Bangkok Post.
Jika rencana itu terwujud, volume perdagangan di antara negara-negara anggota APEC akan melonjak antara 200-400%.
Pertemuan tersebut akan mengikuti model ekonomi BCG (Bio-Circular-Green) untuk membantu mendorong usaha mikro, kecil dan menengah, yang dipandang sebagai fondasi pembangunan ekonomi Thailand.
Thailand juga akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Amerika Serikat (AS), Rusia, Kanada, Jepang, Hong Kong dan Tiongkok, yang bergabung dalam pertemuan itu dari jarak jauh.
Untuk mempromosikan KTT APEC, Pemerintah Thailand melalui Departemen Hubungan Masyarakat telah menyetujui anggaran senilai 400 juta baht, untuk menggelar kampanye yang mencakup penyelenggaraan seminar, inisiatif online, program TV dan radio.[]












