Inggris Berencana Rombak Aturan Pasca-Brexit di Irlandia Utara

- Editor

Rabu, 18 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Brexit (British Exit). (Foto: Pelopor.id/Pixabay/8385)

Ilustrasi Brexit (British Exit). (Foto: Pelopor.id/Pixabay/8385)

Jakarta | Pemerintah Inggris berencana merombak aturan perdagangan pasca-Brexit (British Exit) di Irlandia Utara, dengan alasan perubahan diperlukan untuk mengakhiri kelumpuhan politik di wilayah yang terbagi.

Namun Uni Eropa (UE), yang mempertahankan apa yang disebut Protokol Irlandia Utara dan integritas pasar tunggalnya yang luas, bersumpah akan melakukan pembalasan jika Inggris melanjutkan rencana sepihaknya.

Inggris menyatakan akan memperkenalkan undang-undang yang mereformasi protokol dalam beberapa minggu mendatang, kecuali jika Brussels menyerah pada penolakannya untuk menegosiasikan kembali pakta tersebut.

Protokol itu disetujui sebagai bagian dari kesepakatan perceraian Brexit Inggris dengan UE, mengakui status Irlandia Utara sebagai wilayah pasca-konflik yang rapuh yang berbagi perbatasan darat baru Inggris dengan Uni Eropa.

Persyaratannya untuk pemeriksaan barang yang datang dari Inggris, Skotlandia dan Wales, telah memicu kemarahan serikat pekerja pro-Inggris di Irlandia Utara. Mereka mengklaim protokol itu merusak tempat mereka di Inggris, dan menolak bergabung dengan pemerintah pembagian kekuasaan baru di Belfast setelah pemilihan bulan ini.

Rencana Inggris akan menghapus sebagian besar cek, namun pemerintah membantah telah merusak hukum internasional dengan membatalkan elemen kunci dari kesepakatan Brexit yang disepakati Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada 2019.

“Saya pikir tugas yang lebih tinggi dari pemerintah Inggris dalam hukum internasional adalah Perjanjian Jumat Agung (1998) dan proses perdamaian,” kata Johnson seperti dikutip dari AFP.

Johnson menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menghentikan protokol, melainkan ingin memperbaikinya, dan akan bekerja dengan mitra UE untuk melakukannya.

Namun UE tidak mengeluarkan tanda-tanda kompromi. Bahkan, Wakil Presiden Komisi Eropa Maros Sefcovic mengatakan bahwa rencana Inggris menimbulkan kekhawatiran yang signifikan. UE juga memperingatkan setiap pelanggaran Inggris terhadap pakta Brexit dapat membuatnya membalas dengan tarif yang berayun.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Kemendagri Minta Pemda Berhenti Beri Izin Pemanfaatan Lahan di Kawasan IKN

Berita Terkait

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas
Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang

Senin, 20 Juli 2026 - 17:32 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:31 WIB

Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:17 WIB

Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:34 WIB

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:28 WIB

Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

Berita Terbaru

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB