Thailand Berencana Bangun Pabrik Baterai Seng-ion untuk EV

- Editor

Kamis, 21 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kendaraan baterai listrik atau electric vehicle. (Foto: Pelopor/Pixabay)

Ilustrasi kendaraan baterai listrik atau electric vehicle. (Foto: Pelopor/Pixabay)

Jakarta | Thailand berencana membangun pabrik baterai seng-ion untuk mendukung kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan memanfaatkan sumber daya domestiknya sendiri.

“Thailand memiliki cadangan seng yang kaya. Dianggap lebih tepat bagi Thailand untuk memproduksi dan mempromosikan produksi baterai seng-ion daripada lithium, yang harus kita impor,” kata Janekrishna Kanatharana, direktur eksekutif Eastern Economic Corridor of Innovation (EECi) sekaligus wakil presiden National Science and Technology Development Agency (NSTDA), seperti dikutip dari Bangkok Post.

Menurut NSTDA, bahan baku baterai seng-ion baru termasuk seng, mangan oksida dan graphene. Dibandingkan dengan baterai lithium-ion, baterai zinc-ion mengandung keunggulan unggul dalam keamanan dan stabilitas karena ramah lingkungan, 90% dapat didaur ulang, tidak mudah terbakar, kualitas non-eksplosif.

Baterai seng-ion cocok untuk sistem dan peralatan penyimpanan energi yang membutuhkan keamanan tinggi, seperti kendaraan, tempat tinggal, sistem tenaga cadangan, sistem jaringan listrik dan keperluan militer dan keamanan.

Janekrishna mengatakan, pemerintah Thailand telah menyetujui rencana tersebut dan menawarkan anggaran 192 juta baht (Rp 81,4 miliar) tahun ini. NSTDA akan menggunakan dana tersebut untuk membangun infrastruktur pabrik baterai percontohan di EECI dengan kapasitas satu megawatt per jam.

Janekrishna mengatakan, pihak swasta juga tertarik berinvestasi dalam baterai tersebut, sementara banyak perusahaan milik negara telah mendukung anggaran untuk melakukan penelitian dan pengembangan dan membangun pabrik baterai alternatif dengan kapasitas 500-1.000 megawatt per tahun pada tahun 2023.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   IKEA Bakal Menambah Gerainya di Thailand

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Berita Terbaru