Kantor Manajemen Utang Tak Terpengaruh Pembayaran Bunga Pinjaman

- Editor

Rabu, 20 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Kantor Manajemen Utang Publik Thailand atau Public Debt Management Office (PDMO) Patricia Mongkhonvanit. (Foto: Pelopor.id/pdmo.go.th)

Direktur Jenderal Kantor Manajemen Utang Publik Thailand atau Public Debt Management Office (PDMO) Patricia Mongkhonvanit. (Foto: Pelopor.id/pdmo.go.th)

Jakarta | Direktur Jenderal Kantor Manajemen Utang Publik Thailand atau Public Debt Management Office (PDMO) Patricia Mongkhonvanit menegaskan, beban negara dalam hal pembayaran bunga pinjaman selama lima tahun ke depan tidak akan melebihi tingkat standar internasional.

Patricia mengatakan, rasio beban bunga terhadap perkiraan pendapatan tahunan negara diprediksi mencapai 8% pada akhir tahun fiskal 2022 dan tetap di bawah 10% selama lima tahun ke depan. Standar internasional untuk rasio ini adalah 10% atau kurang.

Menurutnya, Thailand harus melanjutkan kebijakan fiskal ekspansif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Mengutip Bangkok Post, selama 2015-2021, pemerintah menginvestasikan lebih dari 2,6 triliun baht di 178 mega proyek, yang mencakup transportasi, utilitas dan energi.

PDMO juga mengembangkan rencana pengelolaan utang publik 2022-2026 untuk memenuhi rencana pengeluaran pemerintah sebesar 840 miliar baht untuk mega-proyek hingga 2026.

Dia mengatakan pinjaman lokal menyumbang 98% dari pinjaman kantor, menunjukkan eksposur yang rendah terhadap risiko valuta asing. Selain itu, lebih dari 83% dari total pinjaman memiliki tingkat bunga tetap.

Pemerintah Thailand menaikkan pagu rasio utang publik terhadap PDB dari 60% menjadi 70%, untuk menyediakan lebih banyak ruang fiskal untuk mengakomodasi kemungkinan pinjaman tambahan di masa depan karena Thailand terus memerangi dampak pandemi.

Patricia menegaskan, pemerintah dapat meninjau pagu utang setelah situasi ekonomi normal ke depannya.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Warga Amerika Diminta Menghindari Perjalanan ke Thailand, Hong Kong dan Selandia Baru

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Berita Terbaru