Paus Fransiskus Minta Maaf Atas Skandal Sekolah di Kanada

- Editor

Sabtu, 2 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Fransiskus. (Foto: Pelopor.id/Twitter @Pontifex)

Paus Fransiskus. (Foto: Pelopor.id/Twitter @Pontifex)

Jakarta | Paus Fransiskus meminta maaf pada Jumat (01/04/2022) waktu setempat, atas pelecehan yang dilakukan di sekolah-sekolah perumahan yang dikelola gereja di Kanada. Paus mengatakan kepada delegasi pribumi di Vatikan bahwa hal itu membuat ia sakit dan malu.

“Saya merasa malu atas peran yang dimiliki sejumlah umat Katolik dengan tanggung jawab pendidikan dalam pelecehan dan kurangnya rasa hormat terhadap identitas, budaya dan nilai-nilai spiritual Masyarakat Adat di Kanada. Semua hal ini bertentangan dengan Injil Yesus Kristus,” ucapnya lewat akun Twitter resmi Paus Fransiskus.

Paus juga menyatakan bergabung dengan para uskup Kanada dalam memohon pengampunan.

Paus Fransiskus telah mendengar secara langsung pelecehan selama beberapa dekade ini yang dilakukan di sekolah-sekolah. Delegasi telah mendesaknya untuk meminta maaf atas skandal yang mengguncang Gereja Katolik.

Mengutip AFP, sekitar 150.000 anak-anak First Nations, Metis dan Inuit didaftarkan dari akhir 1800-an hingga 1990-an di 139 sekolah tempat tinggal di seluruh Kanada, sebagai bagian dari kebijakan asimilasi paksa pemerintah.

Mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun terisolasi dari keluarga, bahasa dan budaya mereka, dan banyak dari antara mereka yang dilecehkan secara fisik dan seksual oleh kepala sekolah dan guru.

Paus Fransiskus dengan keras mengkritik kolonisasi ideologis, di mana begitu banyak anak telah menjadi korban.

“Identitas dan budaya Anda telah terluka, banyak keluarga telah berpisah,” katanya.

Sebuah komisi kebenaran dan rekonsiliasi menyimpulkan pada tahun 2015 bahwa kebijakan pemerintah yang gagal itu adalah genosida budaya.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Alasan Pabrik Samsung di Tiongkok Alami Gangguan Produksi

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB