Jepang Hentikan Ekspor Mobil dan Barang Mewah ke Rusia Mulai April

- Editor

Rabu, 30 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. (Foto: Pelopor.id/Twitter @kishida230)

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. (Foto: Pelopor.id/Twitter @kishida230)

Jakarta | Pemerintah Jepang menyetujui rencana larangan ekspor mobil mewah dan barang-barang lainnya ke Rusia mulai 5 April, sebagai bagian dari sanksi ekonomi atas invasi negara tersebut ke Ukraina. Sepanjang 2020, nilai ekspor mobil Jepang ke Rusia mencapai 627,8 miliar yen atau setara Rp 73,9 triliun.

Kabinet Perdana Menteri Fumio Kishida telah merevisi peraturan yang relevan untuk menerapkan embargo ekspor tersebut, yang juga mencakup perhiasan dan karya seni.

“Kami akan bekerja dengan komunitas internasional, termasuk negara-negara Kelompok Tujuh (G7), untuk menerapkan sanksi keras,” kata Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Koichi Hagiuda, seperti dilansir dari Kyodo.

Keputusan ini membuat Jepang berada di pihak yang sama dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara anggota Uni Eropa dalam upaya menambah tekanan pada Rusia.

Sebelumnya, larangan ekspor barang mewah seperti ini pernah diterapkan Jepang kepada Korea Utara pada 2006, ketika negara itu mengumumkan telah melakukan uji coba nuklir. Sejak saat itu, Jepang sepenuhnya melarang impor dan ekspor ke Korea Utara.

Selain larangan ekspor barang mewah, Jepang bersama negara G7 juga setuju menolak permintaan Rusia untuk membayar impor gas alam dalam rubel.

Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin memang meminta pembayaran dalam rubel untuk impor gas dari sejumlah negara yang masuk kategori tidak bersahabat, termasuk Jepang, sebagai salah satu upaya memperkuat kembali mata uang. Sebelumnya, pembayaran impor selalu dilakukan dalam dollar Amerika atau Euro. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pemerintah Inggris Kasih Warganya Rp 6,5 Juta Perbulan Jika Tampung Pengungsi Ukraina

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB